Nama kota Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menjadi tempat tujuan beliau ketika hijrah dari Mekah, beliau tinggal dan wafat di kota ini.
Masa suci wanita dari darah haid dan nifas.
Menyiramkan dan mengalirkan air ke seluruh tubuh, baik diniatkan untuk menghilangkan hadas besar atau mandi sunah, maupun tanpa niat itu.
Salat-salat yang Allah syariatkan sebagai tambahan bagi salat-salat wajib.
Salat yang dikerjakan di waktu antara salat Isya dan salat Fajar, dan sebagai penutup salat malam.
Pelaksanaan salat secara berjamaah.
Niat dalam melaksanakan salah satu dari ibadah haji atau umrah.
Menjelaskan perkataan dan mengalihbahasakannya dari satu bahasa ke bahasa lain.
Bulan kesembilan dalam bulan-bulan tahun hijriah.
Pujian Allah kepada Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- di hadapan para malaikat yang didekatkan.
Melepaskan tali pernikahan atau sebagiannya di waktu yang sekarang atau yang akan datang dengan menggunakan lafal yang khusus atau lafal yang bisa menggantikannya.
Setiap ucapan yang mengandung pengagungan dan kecintaan kepada Allah.
Salat-salat sunah yang dilaksanakan sebelum atau sesudah salat fardu.
Lafal yang diucapkan setelah membaca surah Al-Fātiḥah dan selepas berdoa, maknanya: Ya Allah, kabulkanlah (permohonan kami)!
Waktu-waktu yang ditentukan secara syariat untuk pelaksanaan salat.
Taat dan berbuat baik kepada kedua orang tua dengan ucapan dan perbuatan baik ketika mereka masih hidup maupun setelah meninggal.
Ucapan penghormatan yang diucapkan oleh seorang muslim ketika bertemu dengan saudaranya yang muslim dan juga ketika berpisah dengannya.
Menghilangkan sesuatu yang menghalangi kesahan salat berupa hadas dan najis.
Permohonan ampunan dari seorang hamba kepada Rabb-nya dari dosa-dosanya dan memohon penjagaan dari dampak-dampak negatifnya.
Tindakan mengeluarkan bagian tertentu dari harta-harta tertentu dengan sifat tertentu untuk kelompok manusia tertentu.
Pemberian yang dikeluarkan seseorang dari hartanya guna mendekatkan diri dan mencari pahala dari Allah -Ta'ālā-.
Arah yang kaum muslimin salat menghadap kepadanya.
Tempat di bumi yang digunakan untuk mengubur mayat.
Tindakan meratakan air di tubuh mayat dengan cara yang disyariatkan.
Nama bagi jin kafir yang diciptakan dari api.
Ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Meletakkan jenazah di dalam kubur dan menimbunnya dengan tanah.
Sedekah dari jenis bahan makanan yang diwajibkan setelah selesai Ramadan.
Menginfakkan jumlah tertentu dari emas dan perak atau yang terbuat dari keduanya atau yang berfungsi seperti keduanya jika sudah mencapai nisab dan telah mengalami putaran satu tahun kepada orang-orang yang berhak menerima zakat.
Datang ke kubur orang Islam dengan tujuan mendoakan mereka serta mengambil pelajaran dari keadaan mereka dan mengingat akhirat.
Hari kesepuluh dari bulan Muharam.
Mengiringi jenazah, membawanya ke tempat ia disalatkan dan menguburkannya.
Salat lima waktu yang wajib dikerjakan setiap satu hari satu malam, yaitu; Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh.
Hal-hal yang haram dikerjakan oleh orang yang sedang berihram dengan ibadah haji atau umrah.
Memakai air yang suci lagi menyucikan pada anggota-anggota tubuh tertentu dengan cara tertentu dengan niat beribadah.
Salat dua rakaat yang dikerjakan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dengan tata cara khusus.
Salat dua rakaat yang dikerjakan setelah dua khotbah pada waktu zuhur di hari Jumat.
Mendoakan dan menyalati jenazah dengan tata cara khusus.
Salat yang disyariatkan sebagai tambahan bagi salat wajib.
Menahan diri dari segala perkara yang bisa membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari disertai niat.
Tujuan dan hikmah-hikmah yang diperhatikan dalam penetapan syariat, baik yang bersifat umum maupun khusus, yang bertujuan untuk merealisasikan kepentingan manusia.
Yaitu mengalirkan darah hewan dengan tata cara tertentu.
Ucapan orang yang salat, "Rabbanā wa lakal-ḥamdu (Wahai Tuhan kami! Bagi-Mulah segala pujian)" saat berdiri tegak setelah rukuk.
Beribadah kepada Allah -Ta’ālā- dengan merendahkan kepala dan membungkukkan punggung dengan cara khusus dalam ibadah salat.
Sujud dua kali yang dilakukan oleh orang yang salat untuk menambal kekurangan yang terjadi di dalam salatnya karena ragu-ragu, lupa, dan semacamnya.
Menutup bagian tubuh yang tidak pantas tampak dan menyebabkan malu bila terlihat, khususnya di dalam salat, seperti kemaluan dan semacamnya.
Tenang dan diamnya anggota badan hingga setiap organ tubuh berada di posisinya di semua rukun salat yang bersifat gerakan (fi'liyyah) selama jangka waktu tertentu.
Bagian dari anggota badan yang harus ditutup, dan kalau terbuka menimbulkan rasa malu, seperti kubul dan dubur.
Tempat yang dikhususkan untuk melaksanakan salat selama-lamanya.
Mengunjungi Masjidilharam di Mekah kapan saja sepanjang tahun untuk menunaikan ibadah-ibadah tertentu.
Tindakan seorang mukalaf dalam meninggalkan salat wajib secara sengaja, lupa, atau malas-malasan hingga waktunya yang telah ditentukan secara syariat habis.
Perkara yang diminta oleh syariat untuk ditinggalkan dengan permintaan yang tegas.
Salat dan zikir sunah di malam hari.
Al-Kusūf adalah maṣdar dari fi'il "kasafa". Makna asal al-kasf adalah berubah dan beralih pada kondisi yang tidak disukai. Dari sini diambil istilah "kusūf asy-syams wal-qamar" (gerhana matahari dan bulan), yakni apabila matahari dan bulan tertutup, cahaya keduanya hilang dan berubah hitam.
Apa yang digunakan wanita untuk menutupi tubuhnya berupa baju, jubah panjang, kerudung dan semacamnya.
Orang fasik ialah orang yang keluar dari ketaatan dan keistikamahan. Dikatakan, "Fasaqa 'an amri rabbihi", artinya: ia keluar dari ketaatan kepada Rabb-nya. Asal arti al-fisq adalah keluarnya sesuatu dari sesuatu yang lain dalam bentuk yang rusak.
Bangsa Arab yang tinggal di bādiyah (pedalaman gurun). Bādiyah ialah padang pasir terbuka nan luas, di sana terdapat padang rumput dan sumber air. Ada juga yang berpendapat, mereka adalah orang yang tinggal di bādiyah meskipun non-Arab. Sedangkan at-ta'arrub artinya tinggal di pedalaman gurun bersama orang-orang badui.
Al-Fiṭr (berbuka) ialah lawan dari kata ṣaum (puasa). Dikatakan, "Afṭara aṣ-ṣā`im", artinya: orang yang puasa telah makan dan minum. Makna asal al-fiṭr ialah membelah dan membuka.
Qur` atau qar` -dibaca dengan huruf qāf yang damah atau fatah- artinya waktu. Dari sini, haid dan suci dinamakan "qur`un". Kata ini juga diungkapkan dengan arti mengumpulkan; karena berkumpulnya darah di rahim wanita.
Saf adalah garis lurus yang ada pada benda apa pun. Makna asal aṣ-ṣaff (saf) dan at-taṣfīf (pensafan) ialah menyamakan segala sesuatu dalam satu garis lurus.
Ṣafā adalah jamak dari ṣafāh, yaitu batu yang lebar, halus, dan keras yang tidak bisa menumbuhkan apa pun. Asalnya dari kata aṣ-ṣafā` yang bermakna bersih.
Salat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim -'alaihi as-salām- setelah selesai tawaf.
Salat yang dilakukan dengan cara khusus karena sebab sakit.
Al-Istijmār artinya istinja dan membersihkan dengan al-jimār, yaitu batu-batu kecil.
At-Tarjī' artinya pengulangan. Bisa juga berarti mengulangi bacaan.
Al-Janāzah artinya orang yang mati. Al-Janāzah juga bisa bermakna kasur yang digunakan untuk membawa mayat. Berasal dari kata at-tajnīz, yang berarti menyiapkan dan menyediakan.
Sebongkah batu yang warnanya cenderung hitam, bentuknya bulat telur, terletak di dasar bangunan Kakbah di sudut tenggaranya.
Syahādah ialah memberikan informasi suatu peristiwa yang diketahui dengan cara menghadiri perkaranya, atau melihatnya, atau cara yang semacamnya.
Al-Waswasah adalah suara dan ucapan yang samar. Di antara arti al-waswasah adalah bisikan hati tentang sesuatu yang tidak bermanfaat, keburukan, dan pikiran buruk.
Al-Mawāqīt merupakan bentuk jamak dari kata "mīqāt". Ia bermakna: waktu atau tempat yang ditentukan untuk pelaksanaan suatu perbuatan. Segala sesuatu yang saya tentukan baginya suatu waktu atau tempat; maka berarti saya telah menjadikan mikat baginya.
Siwak adalah kayu yang digunakan untuk menggosok mulut. Juga berarti al-istiyāk, yaitu menggosok. Kata siwāk berasal dari "as-sauk", artinya miring dan bergerak.
Orang yang berada di depan orang-orang yang salat, untuk dijadikan panutan dan diikuti dalam salat.
Asy-Syafā'ah artinya meminta sesuatu untuk orang lain. Juga bisa berarti tambahan, bergabung dengan orang lain dan bersekutu dengannya
Seorang peminum bahan yang memabukkan baik sedikit atau banyak.
As-Siḥāq artinya tindakan seorang wanita menikmati wanita lain seperti bentuk hubungan badan. Asal kata As-Siḥāq ialah "as-saḥqu", artinya jauh. Ada juga yang mengatakan artinya tumbukan yang keras. Dari makna inilah perbuatan tersebut dinamakan siḥāq karena masing-masing menekan yang lain dengan anggota tubuhnya.
As-Sulṭān artinya penguasa dan pemerintah. Berasal dari kata as-salāṭah, yaitu kuat, kokoh, dan berkuasa. As-Sulṭān juga bisa berarti khalifah, pemimpin, hakim, hujah dan bukti.
Ad-Dain merupakan kata dasar Dāna. Makna asalnya ketundukkan dan kehinaan. Di antara maknanya: Penundaan. Dinamakan demikian, karena di dalamnya mengandung makna kehinaan atau karena pelunasannya dilakukan hingga jatuh tempo.
Kata “amwāl” adalah bentuk jamak dari kata "māl", yaitu segala sesuatu yang dimiliki seseorang.
Al-An'ām adalah bentuk jamak dari kata na'am. Al-An'ām adalah unta, sapi dan kambing. Kata ini seringkali diungkapkan untuk unta. Asal kata ini dari at-tana'-'um yang berarti bersenang-senang dan bersuka ria.
Para penguasa negeri dan wakil-wakil mereka yang wajib ditaati, baik dari para amir maupun gubernur.
Saling terikat dan menyatu. Lawan katanya adalah al-inqiṭā` (terputus) dan al-infiṣāl (terpisah). Dikatakan, "Ittaṣala bi qaumin" artinya ia menikahi seorang dari suatu kaum dan menjalin ikatan dengan mereka.
Ia bermakna kadar dan asal. Makna asal kata an-naṣb ialah menegakkan sesuatu dan mengangkatnya.
Al-Uḍḥiyah adalah nama untuk binatang yang engkau sembelih dan engkau kurbankan. Makna sebenarnya adalah hewan yang disembelih dan dikurbankan pada pagi hari raya Idul Adha.
Air yang salah satu sifatnya (bau, rasa, dan warnanya) berubah karena kemasukan benda najis.
Menahan diri dari segala perkara yang bisa membatalkan puasa seperti makan, minum, jimak dan semacamnya.
Iḥtilām bermakna mimpi melakukan jimak atau sejenisnya dalam tidur, baik yang bermimpi tersebut mengeluarkan air mani atau tidak. Iḥtilām juga bermakna berakal dan balig.
Makna asalnya adalah: berkumpul, tertahan, dan terhalang. Contoh kalimatnya: "Aḥṣārahu al-maraḍ", artinya: penyakitnya menghalangi dirinya dari melakukan safar. Di antara maknanya adalah terhalangnya jemaah haji dari menyempurnakan manasik haji karena sakit dan semacamnya.
Al-Iḥlāl (tahalul) ialah kebalikan dari ihram. Yakni, kondisi dibolehkannya seseorang untuk melakukan hal-hal yang yang diharamkan atas orang yang berihram berupa larangan-larangan dalam haji. Makna asalnya adalah membuka sesuatu.
Al-Isbāl berarti menjuraikan. Makna asal al-isbāl adalah melepaskan sesuatu dari atas ke bawah dan dengan lurus memanjang mengikuti benda.
Istikhlāf artinya menjadikan seseorang sebagai pengganti. Misalnya dikatakan, "Istakhlafa fulānun fulānan fī mālihi", artinya: ia menjadikan si fulan sebagai pengganti dirinya dalam mengurus hartanya. Makna asalnya ialah menentukan pengganti dari sesuatu. Pengganti (al-khalaf) artinya tukaran dan balasan.
Al-Istirjā' artinya meminta kembali. Di antara makna al-istirjā' yang lain adalah ucapan "innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn".
Mengatur barisan-barisan salat hingga bersambung dan lurus, tidak bengkok dan tanpa ada ruang kosong.
Tahajjud artinya bangun malam setelah tidur. Asal katanya dari al-hujūd, yang bermakna tidur malam.
Iḍṭibā' artinya memasukkan pakaian dan selendang dari bawah tangan kanan lalu diletakkan di atas lengan kiri dan pundak kiri sehingga tampaklah pundak kanannya.
Ta'ziyah: menghibur dan menganjurkan orang lain agar bersabar. Makna al-'azā' ialah kesabaran. Juga di antara makna lainnya ialah memberikan hiburan dan penyabaran.
As-Safar makna aslinya: tersingkap dan terbuka. Di antara maknanya yang lain adalah menempuh suatu jarak.
Mengikuti dan mencontoh sesuatu, serta mengerjakan seperti yang ia kerjakan.
At-Tagyīr artinya pengubahan dan penghilangan. At-Tagyīr juga berarti penggantian. Asal artinya ialah menciptakan sesuatu yang tidak ada sebelumnya. Juga bermakna berpindah dari satu kondisi kepada kondisi lainnya.
Bekam adalah tindakan mengeluarkan darah dari tubuh. Al-Iḥtijām berasal dari kata “al-ḥajm”, artinya menyedot. Juga bermakna meminta dibekam.
Menetapkan hak-hak ahli waris dari harta waris dan membagi-bagikannya kepada yang berhak.
Al-Kafā`ah artinya sepadan dan sama. Al-Kafā`ah juga bisa berarti perbandingan antara dua hal.
At-Tamyīz artinya menjauhkan dan mengeluarkan sesuatu. Bisa juga bermakna menjauhkan, memisahkan, membedakan antara perkara-perkara yang memiliki kemiripan.
Melaksanakan salat-salat yang telah lewat waktunya.
Aṣ-Ṣūrah artinya bentuk dan tampilan. Bisa juga berarti sifat. Segala yang diambil dan dipindah dari asalnya disebut ṣūrah.
Namṣ ialah mencabut bulu. Juga didefinisikan: mencabut dan mencukur bulu wajah.
Bugāt adalah bentuk jamak dari Bāgin, maknanya: orang yang zalim dan berbuat jahat. Makna asal dari “al-Bagyu” adalah melampaui batas.
Kota Al-Quds di Palestina yang meliputi Masjidil Aqṣa al-Mubarak.
Al-Ḥauqalah adalah ucapan "lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh".
Ar-Ramal artinya mempercepat jalan dan berlari-lari kecil sembari menggerak-gerakkan kedua pundak dan memperpendek langkah-langkahnya. Kadar ar-ramal ini di atas berjalan dan di bawah berlari.
Melempar jumlah tertentu dari kerikil kecil ke dalam bak jamrah di Mina pada hari naḥar dan hari-hari tasyriq.
Waktu dikabulkannya doa oleh Allah -Ta’ālā- pada hari Jumat.
As-Sā`imah ialah binatang ternak yang merumput. Dinamakan demikian karena binatang ini memakan rumput yang dibolehkan. Asal arti as-saum ialah pergi mencari sesuatu
Para mujahid dan pejuang sukarelawan yang tidak memiliki jatah (gaji) dalam daftar pasukan, meskipun mereka orang-orang kaya.
Tongkat, dinding dan lainnya yang diletakkan di depan orang yang salat untuk mencegah orang lain lewat di hadapannya.
At-Taṭhīr bermakna pembersihan dan penyucian. Juga dimaknai pemurnian dan pembebasan.
At-Ta'jīl ialah penyegeraan dan pelaksanaan sesuatu sebelum waktunya atau di awal waktunya. At-Ta'jīl berasal dari kata al-‘ajalah, yaitu lawan kata lambat dan telat. At-Ta'jīl juga bermakna mendahulukan.
Ar-Risywah ialah upah dan pemberian. Juga berarti menyuap dan memihak. Dipakaikan untuk perbuatan yang dapat menjadi media kepada sesuatu. Selanjutnya pemakaiannya dikhususkan untuk cara yang dipakai guna mencapai hal yang dilarang.
Ar-Rukn artinya dasar atau sisi. Arkān segala sesuatu adalah sisi-sisinya dan dasar-dasarnya yang menjadi sandaran dan penopangnya. Ar-Rukn juga berarti tiang dan pilar sesuatu. Kata ar-rukn berasal dari ar-rakn, yang berarti kuat dan kokoh.
At-Tawarruk artinya bertumpu pada al-warik. Al-Warik adalah organ tubuh di atas paha. Dikatakan, "Qa'ada mutawarrikan", artinya ia duduk bertumpu pada salah satu dari dua pangkal pahanya. At-Tawarruk juga diungkapkan dengan arti berbaring.
At-Taisīr artinya memberi kemudahan. Diambil dari kata al-yusr yang berarti lunak dan menurut. Antonimnya al-'usr dan al-masyaqqah (kesulitan dan kesusahan).
At-Tayammun artinya memulai pekerjaan dengan tangan kanan, kaki kanan dan sisi kanan. Juga diungkapkan dengan arti mencari al-yumn, yakni berkah dan tambahan kebaikan.
Al-Juḥūd adalah pengingkaran. Al-Juḥūd adalah lawan al-iqrār (pengakuan). Asal artinya adalah sedikit dari sesuatu.
Aż-Żimmiy adalah nisbah kepada kata aż-żimmah, maknanya orang yang mempunyai aż-żimmah. Yang dimaksud dengan aż-żimmah adalah perjanjian dan jaminan keamanan.
Seseorang mengerjakan salat yang berjumlah 4 rakaat menjadi 2 rakaat ketika dalam perjalanan.
Mengerjakan salat di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat.
Āyah (ayat) artinya tanda dan ciri khas. Dari makna inilah asal penamaan ayat dalam Al-Qur`ān, karena ayat merupakan tanda pembatas antara kalam Allah yang sebelumnya dan yang setelahnya. Ayat juga bermakna sejumlah huruf, mukjizat (tanda-tanda kebesaran Allah), dalil, bukti, perkara yang menakjubkan, dan pelajaran.
Waktu-waktu yang mana Allah tidak menyukai adanya salat di waktu tersebut.
Al-Mażyu atau al-mażiy artinya cairan lembut dan putih yang keluar dari kemaluan saat bercumbu dan mencium atau saat mengkhayal.
Al-Wājib artinya yang harus dan yang tetap. Al-Wujūb artinya keharusan dan ketetapan. Bisa juga berarti gugur dan jatuh.
Minbar artinya tempat yang tinggi. Ia berasal dari kata an-nabr, yaitu tingginya sesuatu dari tanah.
An-Nifās artinya kelahiran. Berasal dari kata at-tanfīs, yaitu keluar dari rongga. Kemudian kata an-nifās digunakan untuk darah yang keluar karena melahirkan.
Al-Jimār adalah bentuk jamak dari jamrah, yaitu kerikil dan batu kecil. Juga bisa berarti tempat melempar dan berkumpulnya batu-batu.
Menunaikan salat Zuhur bersama Asar, dan Magrib bersama Isya dengan didahulukan atau diakhirkan pada waktu salah satunya.
Al-Jihād artinya bersungguh-sungguh dan mencurahkan segala kemampuan dan tenaga, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
Al-Khitān dalah masdar fi'il khatana, yakhtinu, khatnan, wa khitānan. Al-Khatn berarti memotong. Al-Khitān adalah memotong kulit (kulup) yang menutupi kepala zakar, sedang bagi wanita adalah memotong sebagian kulit yang timbul dan menonjol ke atas vagina.
Al-Khusyū' berarti tunduk, tenang, dan merendahkan diri. Dikatakan, "Khasya'a fī ṣalātihi", artinya: ia melaksanakan salat dengan sepenuh hatinya. Kata ini berasal dari ungkapan "khasya'at al-arḍu", yakni bumi tenang dan tenteram.
Salat yang dilaksanakan dengan cara tertentu di waktu sedang takut, seperti waktu musuh datang, atau musuh memeranginya atau semisalnya.
Ihlāl artinya talbiah. Asal maknanya ialah mengeraskan suara ketika melihat hilal. Lalu ia banyak digunakan dalam bahasa, sehingga setiap orang yang mengeraskan suaranya dijuluki "muhill" dan "mustahill" (orang yang mengeraskan suara). Sehingga juga dikatakan, "Ahalla bil-ḥajj", artinya: ia mengeraskan suaranya ketika membaca talbiah.
Salat yang dilaksanakan dalam safar dengan tata cara tertentu.
Al-Qaṣṣah (keputihan) adalah air berwarna putih yang merupakan sisa akhir haid, warna putihnya mirip gips, keluar setelah darah (haid) berhenti.
Berhentinya darah haid wanita disebabkan lanjut usia.
Cairan yang keluar dari lelaki atau wanita yang menjadi cikal bakal anak. Al-Istimnā' artinya tindakan mengeluarkan air mani. Al-Maniy berasal dari kata al-man-yu, yaitu menyiram dan mengalirkan. Ada yang berpendapat, asal kata al-maniy adalah al-man-yu yang berarti menetapkan. Cairan lelaki dinamakan mani karena air itu dialirkan dan ditumpahkan, atau karena anak ditetapkan dan diciptakan darinya.
Nuqūd: jamak dari naqd yang berarti mata uang dari emas atau sejenisnya yang menjadi alat transaksi. Makna asal an-naqd ialah pembedaan dan penyingkapan, dan juga bisa bermakna penyegeraan, lawan kata dari penundaan.
Tangisan dengan suara keras. An-Nā`iḥah artinya wanita yang menangis. An-Niyāḥah juga berarti pekikan dan teriakan. Makna asal at-tanāwuḥ adalah saling berhadapan. Tangisan para wanita pada masa jahiliah dinamakan "niyāḥah", karena mereka dahulu saling berhadapan satu sama lain lalu menangisi mayat.
Wiṡāl: mengikat atau bersambung. Misalnya dikatakan, "Wāṡala baina asy-syai`ain", artinya: ia mengikat atau menyambung antara dua hal. Makna al-ittiṡāl ialah saling menghubungi atau mengikat, lawan kata dari al-inqiṭā' (terputus) dan al-insfiṡāl (terpisah). Asal makna al-wiṡāl ialah menggabungkan sesuatu pada sesuatu yang lain sehingga ia bergantung padanya. Ia juga bisa bermakna berlebihan, sampai, terus-menerus, mengikuti, dan bersilih.
Nā`iḥah: isim fā'il dari kata "an-nauḥ" yang bermakna tangisan dengan suara tinggi seperti mengerang dengan penuh sedih dan teriakan. Makna asal "at-tanāwuḥ" ialah saling berjumpa. Sehingga ratapan wanita disebut sebagai niyāḥah karena mereka saling berjumpa terlebih dahulu lalu menangis dan meratap bersama.
Hari ke-11, 12 dan 13 dari bulan Zulhijah.
Bentuk jamak dari kata "tarwīḥah", artinya istirahat, yakni mencari kenyamanan. At-Tarāwīḥ juga bermakna salat yang mengandung istirahat. Engkau bisa mengatakan, "Rawwaḥa ar-rajulu bi al-qaum", yaitu orang itu salat tarawih bersama kaumnya. Kata at-tarāwīh berasal dari "ar-rauḥ" yang artinya keluasan dan kelapangan. Dikatakan, "Arāḥa al-insānu", apabila seseorang merasa lapang dan longgar. Dinamakan salat "tarwiḥah" di bulan Ramadan; karena istirahat yang dilakukan oleh jamaah setiap kali selesai melaksanakan salat empat rakaat.
Menggerak-gerakkan air dalam mulut. Makna asal maḍmaḍah ialah bergerak di bagian dalam sesuatu. Ia juga bermakna mencuci.
Bentuk jamak dari kata ma'bad, artinya tempat ibadah yang berupa ketaatan dan mendekatkan diri. Makna asal ibadah ialah merendahkan diri, lemah lembut, tunduk, dan patuh.
Tempat adanya kubur. Al-Qabr (kubur) ialah tempat pemakaman, berupa lubang yang di dalamnya diletakkan jenazah. Setiap tempat yang di dalamnya jenazah disembunyikan dinamakan kubur, meskipun di laut. Al-Qabr juga bermakna memakamkan jenazah dalam tanah. Makna asal al-qabr ialah kesamaran dan tersembunyi, dan makna "arḍ qabūr" ialah tanah yang samar. Ia dinamakan al-qabr karena tempat itu menjadi penyembunyian jenazah.
Al-Bagyu: kelaliman dan kezaliman. Asal maknanya ialah al-fasād (kerusakan). Seperti ungkapan "bagā al-jurḥu", artinya: luka itu rusak (membusuk).
Al-'Arabiyyah artinya bahasa yang diucapkan oleh bangsa Arab, yaitu satu bangsa dari manusia. Lawan katanya: al-'ajam (bangsa Ajam/non-Arab). Ia berasal dari kata at-ta'rīb yang berarti menjelaskan, menerangkan, dan mengungkapkan.
Membiarkan sebagian orang kafir dalam kekufuran mereka dan menjaga nyawa serta harta mereka dengan syarat mereka membayar jizyah (upeti) dan mematuhi hukum-hukum Islam.
Al-Qitāl: saling menyerang dan memerangi. Makna asal al-qatl: mematikan atau membunuh, yaitu memisahkan ruh dari jasad.
Al-Qulfah: kulit kemaluan yang menutupi kepala zakar. Al-Qulfah inilah yang dipotong dari kemaluan anak laki-laki. Ia berasal dari kata al-qalf, yaitu mencabut sesuatu dari akar-akarnya. Dikatakan, "Qalafa aẓ-ẓufra", artinya ia mencabut kuku secara keseluruhan.
Al-Gīlah artinya tipuan dan kelalaian. Dikatakan, "Qutila fulān gīlatan", artinya fulan dibunuh dalam kondisi lalai. Makna asal al-igtiyāl adalah mengambil sesuatu dari arah yang tidak disadari.
Al-Qā`id adalah orang yang berada di depan orang lain, yang mengarahkannya dalam perjalanannya, baik ia memegang tangannya atau kendali kendaraannya. Kebalikannya adalah as-sā`iq (yang menggiring). Al-Qā`id bisa juga berarti pemimpin pasukan.
Al-Qaza' adalah bentuk jamak dari qaza'ah, yaitu segumpal awan. Al-Qaza' juga berarti mencukur sebagian kepala dan membiarkan sebagian lainnya. Makna asalnya adalah bercerai berai.
Al-Qunūt, masdar dari verba "qanata". Ia bermakna ketaatan. Asal maknanya ialah menetapi ketaatan disertai ketundukan. Ada yang menyatakan bahwa maknanya ialah berdiri lama.
At-Tijārah: aktifitas jual beli. Dan at-tājir ialah orang yang melakukan jual beli.
Al-Ḥamd artinya pujian dan sanjungan. Anda mengatakan, "Ḥamidtu ar-rajula 'alā syajā'atihi - aḥmaduhu - ḥamdan", artinya: aku memuji orang itu dan menyanjungnya karena keberaniannya. Kebalikannya adalah aż-żamm (mencela). Al-Ḥamd bisa pula berarti berterima kasih/bersyukur.
Negeri bangsa Arab dan tempat tinggal mereka.
Menyaksikan hilal dengan menggunakan mata setelah terbenam matahari pada tanggal 29 dari bulan sebelumnya oleh orang yang informasinya dapat dipercaya dan kesaksiannya diterima.
Setiap puasa yang Allah -Ta’ālā- syariatkan sebagai tambahan atas puasa yang wajib.
Mengeluarkan kencing atau kotoran melalui jalur keluar yang normal atau jalur yang menggantikannya.
Al-Miskīn artinya orang yang tidak memiliki apa-apa. Dikatakan pula, orang yang tidak mempunyai harta yang mencukupinya. Al-Miskīn juga bisa berarti orang yang hina, yang tunduk, dan yang lemah. Ia berasal dari kata as-sukūn yang berarti tenang dan tetap.
Tindakan suami menyentuh tubuh istrinya dengan tujuan menyalurkan syahwat.
Laḥd: ceruk yang berada di sisi lubang kubur. Makna asal ilḥād ialah miring dan menyimpang dari sesuatu. Setiap benda yang miring dari posisi tengah maka ia dinamakan mulḥid.
Al-Iḥtiḍār: kondisi menjelang kematian dengan munculnya tanda-tandanya.
Al-Ḥadaṡ adalah sesuatu yang keluar melalui salah satu dari dua saluran pembuangan, yakni kemaluan atau dubur. Asalnya dari kata al-ḥudūṡ, yaitu terjadi dan menjadi baru.
Berlebih-lebihan dalam sesuatu. Makna asal al-isrāf adalah melampaui batas dalam segala hal. Kebalikannya adalah al-qaṣd dan al-i'tidāl (sederhana dan seimbang). Al-Isrāf juga berarti mubazir. Dan al-musrif adalah orang yang mubazir. Arti lain al-isrāf secara bahasa adalah melalaikan, meremehkan, merusak, menyia-nyiakan, menghamburkan, menghancurkan, berlebihan, dan memotong.
Al-I'fā`: memelihara dan memperbanyak. Al-'Āfī: orang yang rambutnya panjang. Al-'Afwu: kelebihan dan sisa dari sesuatu. Asal kata i'ā` ialah al-'afā` yang bermakna meninggalkan. Dari makna inilah al'afwu bersumber, dan ia bermakna: meninggalkan hukuman. Di antara makna lain al-i'fā` ialah tambahan, memanjangkan, membiarkan, menjuntaikan, berlepas diri, dan menyelesaikan.
Bermain-main dengan sesuatu yang sia-sia dan tidak penting, serta melakukan perbuatan yang tidak ada manfaatnya.
Sesuatu yang memiliki banyak bagian yang saling terpisah dengan batasan-batasan yang jelas. Makna asal al-faṣl adalah memisahkan sesuatu dari yang lain. Al-Mufaṣṣal juga berarti yang dijelaskan, yang dipotong-potong, yang dibagi-bagi, yang dibatasi.
Aṭ-Ṭuma`nīnah artinya ketenangan. Dikatakan, "Iṭma`anna ar-rajulu iṭmi`nānan wa ṭuma`nīnatan" artinya orang itu tenang dan tidak gelisah. Lawan kata aṭ-ṭuma`nīnah ialah al-iḍṭirāb (goncang) dan al-qalaq (gelisah). Makna asal aṭ-ṭuma`nīnah ialah tegak dan kokoh.
Al-Khusyū' adalah kehadiran hati dan perasaan takut kepada Allah sebagai bentuk cinta dan pengagungan kepada-Nya, ketenangan anggota badan, dan disertai ketundukan kepada kebenaran secara lahir dan batin.
Aż-Żull artinya lemah dan hina. Lawan katanya ialah al-'izz (mulia) dan al-quwwah (kuat). Makna asal aż-żull ialah lembut dan mudah. Aż-Żull bisa berarti tunduk dan menurut.
Irhāb: mengganggu dan membuat takut. Asalnya dari ar-rahbah yang bermakna takut. Ia juga bermakna ancaman, peringatan, dan menakut-nakuti.
Al-Wafā`: menjaga janji. Lawannya: ingkar janji. Asal maknanya ialah sempurna dan lengkap.
At-Takbīr: mengagungkan. Makna asal al-kibar adalah keagungan. At-Takbīr bisa juga berarti mengabarkan tentang sesuatu bahwa sesuatu ini besar, seperti ucapan Anda "Allāhu akbar (Allah itu Mahabesar)".
Ṭawāf: berputar mengelilingi sesuatu.
Ṭā'ūn (penyakit taun): penyakit yang tersebar luas dan wabah yang merusak rasa dan tubuh. Istilah ini juga digunakan dengan makna kematian dengan sebab wabah.
Al-'Ajz artinya lemah. Makna asal al-'ajz adalah mundur dari sesuatu. Lawan katanya adalah al-qudrah (mampu).
Al-'Īd artinya balik dan kembali berulang-ulang. Al-Īd adalah istilah untuk sebuah pertemuan massal yang terjadi secara berulang-ulang yang sesuai dengan kebiasaan mereka. Asal katanya dari al-'aud (kembali), yakni: seolah-olah mereka kembali pada hari itu. Ada yang mengatakan, ia berasal dari "al-'ādah (kebiasaan)"; karena mereka terbiasa dengannya.
Al-Fawāt ialah mendahului dan tidak mendapatkan sesuatu. Asal kata Al-Fawāt menunjukkan lawan dari mendapatkan sesuatu. Kata ini juga berarti hilang dan selesainya sesuatu.
Menangani perkara-perkara anak kecil yang ditinggal mati oleh ayahnya dan berusaha mewujudkan kemaslahatannya, baik dalam urusan dunia maupun agama, demi mencari pahala dari Allah -Ta’ālā-.
Fakir ialah orang yang sedikit harta. Al-Faqr artinya sedikit harta. Pendapat lain bahwa fakir ialah orang yang tidak memiliki apapun. Berasal dari kata al-mafqūr, yaitu orang yang dicabut salah satu tulang punggungnya.
Salah satu malam di bulan Ramadan yang pada malam itu ditetapkan apa yang akan terjadi pada tahun itu, dan di malam inilah dahulu Alquran diturunkan.
Berlindung dari keburukan. Asal arti isti'āżah ialah meminta al-‘auż, yaitu perlindungan, penjagaan, dan pemeliharaan. Sedangkan al-ma'āż artinya tempat berlindung, benteng.
Mengikuti, menyusuri, meneladani dan mencontoh.
Menumpahkan dan mengalirkan. Ia juga bermakna: menyeret, mendorong, menyebar, memperbanyak dan menyebarluaskan.
Tindakan seseorang menyalahi apa yang dijanjikannya kepada orang lain untuk dilaksanakannya.
Pasangan, yaitu semua bilangan yang dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama rata, seperti dua dan sepuluh. Lawan katanya adalah al-witr (ganjil) dan al-fard (tunggal). Makna asal asy-syaf'u adalah menggabungkan sesuatu kepada selainnya. Asy-Syaf'u juga berarti tambahan dan kebersamaan.
Salat-salat yang sudah lewat waktunya tapi belum ditunaikan.
Banyak mengulang huruf fa` saat berbicara (gagap).
Setiap perkataan yang melampaui batas hingga dicap jelek dan dicela.
Hewan-hewan yang biasanya mengganggu manusia.
Orang yang tidak bisa berbicara bahasa Arab yang fasih meskipun orang Arab.
Semua harta selain uang.
Bahasa yang digunakan oleh bangsa Persia.
Tenggelamnya seluruh bulatan matahari di ufuk (barat).
Tanda-tanda yang ditancapkan di tempat-tempat yang telah ditentukan secara syar'i untuk memberitahukan batas-batas wilayah tanah haram Makah dan Madinah.
Posisi duduk orang yang shalat dengan melipat telapak kaki kirinya seraya menghamparkan dan mendudukinya, menegakkan telapak kaki kanan seraya mengangkat tumit dan meletakan bagian dalam jari-jari kaki kanannya ke tanah sehingga ujung jari-jarinya mengarah ke kiblat.
Menyisihkan seperlima dari harta rampasan perang.
Melaksanakan salat atau sebagiannya ketika orang yang salat meninggalkan pelaksanaannya di tempatnya yang telah ditentukan oleh syariat selagi waktu salat belum berakhir.
Memoleskan celak di kelopak mata untuk hiasan atau pengobatan.
Setiap orang yang ditangkap oleh pihak musuh, baik di ketika perang atau tidak.
Permukaan bumi, baik berupa debu atau selainnya.
Posisi duduk orang yang salat di atas kedua pantatnya dengan menarik lutut kanan ke sisi kanan dan telapak kaki kanan ke sisi kiri, dan kaki kiri dengan posisi sebaliknya.
Memohonkan rahmat untuk orang lain.
Tempat yang dikhususkan untuk buang hajat.
Bimbang antara suci dengan tidak, baik tingkat kemungkinan keduanya sama atau salah satunya lebih kuat dari yang lain.
Hasrat jiwa untuk berjimak.
Satu putaran di sekitar Ka'bah, dari Hajar Aswad ke Hajar Aswad lagi atau berjalan satu kali dari Ṣafa ke Marwa atau sebaliknya.
Berkumpulnya dua orang atau lebih dalam memiliki sesuatu atau mengelolanya.
Anggota tubuh yang letak panjangnya antara tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu paling bawah, dan lebarnya di antara kedua daun telinga.
Mendesak dalam meminta sedekah kepada orang lain.
Tulang jari-jemari kedua tangan dan kedua kaki.
Sesuatu yang keluar begitu saja dari salah satu saluran buang air tanpa terkontrol.
Meninggalkan jihad melawan orang-orang kafir dalam waktu tertentu.
Orang yang sejak lahir memiliki alat kelamin laki-laki dan perempuan sekaligus (ganda), atau yang tidak memiliki kedua-duanya.
Suatu instansi yang menyimpan harta umum milik kaum muslimin.
Penutup yang terbuat dari wol atau semacamnya yang bukan kulit, dikenakan di telapak kaki hingga di atas mata kaki.
Menghilangkan najis dari baju, badan, atau tempat.
Bersuci yang dilakukan untuk amalan yang hukumnya sunah dan tidak wajib.
Orang yang tidak bisa membaca Al-Fātiḥah, baik dengan hafalan maupun dengan melihat ke mushaf, meskipun ia pandai membaca yang lainnya.
Tumbuhnya bulu kasar di sekitar kemaluan pria dan wanita.
Berhentinya aliran darah.
Tidak melakukan sesuatu yang mampu dikerjakan, baik dengan sengaja atau tidak sengaja.
Anak unta yang genap berusia setahun dan masuk tahun kedua.
Bertumpunya seseorang di atas sesuatu dan bersandar kepadanya dengan salah satu sisi tubuhnya.
Musuh dari kalangan kafir yang tidak memiliki perjanjian dan hak perlindungan dari kaum muslimin.
Kepemimpinan tertinggi di dalam sebuah negara.
Mengisi seluruh malam atau sebagian besarnya dengan ibadah, seperti salat, zikir, membaca Alquran, dan yang semacamnya.
Mengulurkan kedua tangan dalam salat saat berdiri dan tidak menyedekapkan keduanya.
Air yang suci zatnya (dirinya) tapi tidak dapat mensucikan selainnya.
Air yang jumlahnya kurang dari dua qullah.
Air yang masih dalam bentuk aslinya, tidak tercampur sesuatu yang membuatnya menjadi terikat dengan nama lain.
Perintah seorang pemimpin atau wakilnya kepada salah satu atau beberapa orang dari rakyatnya untuk berangkat jihad.
Munculnya cahaya fajar dengan sangat jelas tanpa keraguan.
Memberikan bagian tertentu dari hasil harta rampasan perang kepada orang tertentu.
Menghukum dan memberi pelajaran pada seseorang dengan sesuatu yang memberatkan jiwa dan menyakitinya.
Seseorang yang membasahi sekujur tubuhnya dengan air saat mandi.
Menghabiskan harta dengan cara menghamburkan, menyia-nyiakan, dan berlebihan dalam menggunakannya.
Semua alat dan perangkat peperangan.
Hubungan nasab yang mengaitkan seseorang dengan lainnya.
Orang yang datang ke Makkah yang tempat tinggalnya berada diluar miqat-miqat makani Tanah Haram.
Menunda pelaksanaan salat zuhur dari awal waktunya ke akhir waktunya di saat cuaca sangat panas.
Memberitakan kematian seseorang.
Unta atau kambing yang memiliki air susu.
Unta betina jika telah genap berusia 1 tahun dan belum genap 2 tahun.
Tindakan mengakhiri satu majlis dan setiap orang pergi sendiri-sendiri.
Mengeluarkan janin dan menggugurkannya dari rahim sebelum berbentuk sempurna dan selesainya masa kehamilan.
Waktu antara terbit fajar hingga terbit matahari.
Memotong ujung-ujung rambut kepala.
Penetapan harga sesuatu dengan pertimbangan adanya manfaat yang dibolehkan secara syar'i.
Tempat yang biasa digunakan oleh para biarawan untuk mengasingkan diri dan konsentrasi beribadah.
Pemberian tambahan saham kepada prajurit di luar bagiannya dari harta rampasan perang.
Mengetahui sisi yang lemah di antara dua perkara yang bisa terjadi.
Sakit dan bengkak di bagian dalam pantat.
Setiap asap yang membumbung dari zat-zat cair ketika suhu panasnya tinggi.
Memburu hewan liar secara alami, tidak ada yang memiliki, dan tidak dapat disembelih dengan menggunakan alat penyembelihan biasa, disertai niat berburu.
Kemampuan menyimpan pengetahuan di otak dan mengungkapkannya kapan saja.
Anak yang masih dalam perut ibunya.
Menolak sesuatu dan mencegah terjadinya karena adanya syubhat atau penghalang.
Tanah yang dikhususkan oleh pemimpin untuk kepentingan tertentu dan ia melarang didekati.
Harta tertentu yang diwajibkan negara terhadap tanah yang diambil kaum muslimin dari orang kafir, baik dengan cara damai atau penaklukan.
Permohonan hadir untuk menyantap makanan yang disediakan dalam rangka pernikahan.
Sesuatu yang dilihat oleh orang ketika tidur, dan biasanya menyenangkan..
Nama tumbuhan yang muncul dari penebaran benih di tanah.
Condongnya matahari dari tengah-tengah langit.
Merahasiakan aib orang lain dan tidak menampakkannya kepada orang banyak.
Penghujung malam menjelang Subuh.
Apa yang dapat diketahui dengan cara mencicipinya dengan lidah seperti rasa manis dan pahit.
Pakaian berjahit yang menutupi pusar, dua lutut dan wilayah di antara keduanya.
Parfum dan segala sesuatu yang memiliki aroma harum lagi sedap.
Membuat gambar, baik gambar timbul ataupun bukan, dengan tangan maupun dengan alat.
Dua orang atau lebih memiliki bagian dari binatang ternak yang dibagi di antara keduanya secara merata, seperti sepertiga atau seperempat.
Bulan kedua belas dari bulan-bulan tahun hijriah, yang datang setelah Zulkaidah.
Mikat bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya selain penduduk Madinah, terletak di selatan Madinah Nabawiah sejauh enam mil.
Bulan kesebelas dari bulan-bulan tahun hijriah, terletak setelah Syawal, lalu setelahnya Zulhijjah.
Tambahan yang diperoleh di atas modal dalam perdagangan.
Kelembaban yang ada pada vagina wanita.
Bulan ketujuh dari tahun qamariyah.
Salat yang dikerjakan secara khusus di malam Jumat pertama dari bulan Rajab atau di pertengahan Sya'ban.
Meninggalkan amalan-amalan ibadah haji dan tidak menyempurnakannya.
Memasukkan najis pada sesuatu yang suci.
Mengulangi lafal azan dan melakukannya dua kali.
Ucapan muazin untuk salat subuh, "aṣ-ṣalātu khairun min an-naūm" dua kali setelah mengucapkan, "ḥayya 'alā al-falāḥ".
Tindakan seseorang memisahkan dua orang yang duduk berdampingan agar ia bisa lewat diantara keduanya.
Mengalirkan air di antara jari-jemari tangan dan kaki saat membasuhnya, dan memasukkan jari-jemari yang basah dengan air di sela-sela jenggot.
Memasukkan jari-jemari tangan yang satu ke jari-jemari tangan yang lainnya.
Ar-Rātib adalah imam yang diangkat oleh penguasa atau wakilnya untuk memimpin orang-orang yang menunaikan salat.
Tinggal di perbatasan dengan niat siap siaga untuk jihad.
Anak perempuan istri dari lelaki lain dan keturunan anak tersebut, baik dari nasab atau persusuan.
Orang yang melayani para prajurit dalam jihad dan menolong mereka ketika dibutuhkan.
Pakaian yang digunakan untuk menutup bagian atas tubuh.
Kepemimpinan atas negeri tertentu atau sebagian wilayahnya dan kewenangan mengatur urusan-urusan penduduknya.
Dua biji pelir.
Ruang di tembok arah kiblat masjid tempat imam berdiri saat memimpin salat.
Rasa sakit dan nyeri saat kelahiran.
Menyembelih unta dengan cara menusuk bagian bawah lehernya yang bersambung dengan dada dalam keadaan berdiri.
Sesuatu yang secara syar'i diperintahkan untuk dikerjakan namun tanpa ada celaan bagi orang yang meninggalkannya.
Serangga-serangga kecil.
Satu lembah yang terletak antara Mina dan Muzdalifah, namun tidak termasuk bagian dari kedua tempat tersebut.
Wanita yang menyambung rambut dengan rambut lain, baik untuk dirinya ataupun untuk orang lain.
Duduknya orang yang sedang salat di dalam salatnya di antara dua sujud.
Wanita yang tidak mempunyai kebiasaan pasti untuk masa haidnya, atau wanita yang lupa akan hari-hari haidnya atau waktunya dan tidak dapat membedakan antara darah haid dan darah lainnya.
Harta yang setiap tahun diwajibkan oleh negara Islam kepada orang-orang ahli Kitab sebagai imbalan perlindungan terhadap mereka.
Keluarga seseorang yang ia beri nafkah.
Sesuatu yang jauh, tak terlihat secara langsung.
Diat kematian janin Muslim yang merdeka apabila gugur dalam keadaan mati (oleh perbuatan manusia).
Berbolak-baliknya roh di tenggorokan.
Segala sesuatu yang wajib ditunaikan oleh seseorang sebagai penebus sesuatu, baik berupa harta ataupun jiwa.
Menyerang orang-orang kafir yang mengangkat senjata di negeri mereka untuk diperangi atas izin pemimpin kaum muslimin atau wakilnya.
Bagian belakang telapak kaki yang menyentuh tanah.
Ibadah, baik ucapan ataupun perbuatan.
Tindakan menahan harta dan menyimpannya untuk dimanfaatkan, bukan dikomersialkan.
Nama satu ukuran tertentu, yaitu sama dengan satu dari dua puluh empat bagian (1/24).
Harga riil yang ditetapkan oleh para pelaku pasar terhadap barang dalam transaksi mereka.
Satu jenis wewangian nabati (berasal dari tumbuhan), berwarna bening ke putih-putihan, keras dan bisa ditumbuk, aromanya wangi dan rasanya pahit.
Tulang yang berada di pergelangan telapak tangan yang berdekatan dengan ibu jari.
Membatalkan perjanjian dan akad yang sudah dibuat.
Hari ke-10 dari bulan Zulhijah, yaitu hari raya terbesar.
Hari ke-9 dari bulan Zulhijah.
Posisi seseorang menggantikan orang lain dalam melakukan tindakan tertentu dengan seizinnya, di mana konsekuensi-konsekuensi tindakan ini kembali kepada orang lain tersebut.
Ucapan seseorang "Āmīn" setelah doa orang lain.
Sakit beresiko yang bersambung dengan kematian dan biasanya menyebabkan kematian, baik kematian terjadi karena sebabnya atau karena sebab lain di luar sakit, seperti dibunuh, tenggelam, terbakar atau lainnya.
Fase yang mendekati batas balig dalam usia manusia.
Izin pengambilan manfaat dari harta untuk selama-lamanya dan mempertahankan pokoknya untuk berbagai bentuk kebaikan demi mendekatkan diri kepada Allah -Ta'ālā-.
Meninggikan sedikit bagian tengah kuburan dari tanah asalnya sedangkan kedua sisinya rendah hingga menjadi berbentuk segitiga atau limas (piramida).
Anak sapi jika sudah genap berusia satu tahun dan masuk tahun kedua.
Mengambil bekal air dan membawanya untuk di minum, atau menyiram dan semacamnya.
Menjadikan budak perempuan sebagai selir untuk digauli oleh tuannya.
Menyingsingkan lengan baju dari arah kedua tangan atau ujung pakaian bawah dari arah dua betis.
Periode janin di dalam perut ibunya ketika sudah menjadi gumpalan daging kecil.
Tempat keberadaan sesuatu menurut dugaan yang kuat.
Kekuatan yang mampu mencegah dan melindungi, seperti tentara atau militer.
Satu keadaan yang menimpa tubuh sehingga mengeluarkannya dari kondisi seimbang (normal) dan sehat.
Tambahan yang diperoleh dari pokok yang dapat dimanfaatkan tanpa menghilangkan barangnya.
Adanya harta dan kelebihannya dari kebutuhan dasar hingga mencapai batas wajib zakat.
Mencuri harta ganimah sebelum dibagikan tanpa ada kebutuhan mendesak.
Semua harta yang diambil dari kaum musyrikin dalam peperangan dengan cara paksa atau dikalahkan.
Setiap penyakit menahun yang menghalangi penderitanya bekerja mencari nafkah.
Organ tubuh yang berada di antara siku dan telapak tangan.
Keluarnya sesuatu yang membatalkan ṭaharah (wudu) dari badan tanpa disengaja ketika salat.
Miring ke salah satu sisi pada saat berjalan disebabkan cacat pada kaki.
Bulu yang tumbuh di antara bibir bawah dan dagu.
Pertandingan antara dua hewan dalam kecepatan lari, seperti kuda, atau antara dua manusia dalam memanah dan semacamnya dengan tujuan meraih kemenangan.
Memberikan kebebasan memilih antara beberapa hal kepada mukalaf.
Sesuatu yang menyelisihi yang benar tanpa kesengajaan.