Zindik - زَنادِقَةٌ

Zindik ialah tindakan memperlihatkan keislaman dan rukun-rukunnya berupa salat, puasa, haji, dan sebagainya, tetapi dalam hati menyembunyikan kekafiran; baik kufur karena ateisme (mengingkari adanya Tuhan) atau meyakini ajaran majusi Persia, Dahriyyah, dan sebagainya, atau zindik karena dalam hatinya beragama Yahudi, Nasrani, musyrik, dan paganis, maupun kufur karena mengingkari adanya pencipta dan kenabian, atau kenabian saja, atau hanya mengingkari kenabian Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- saja.

Diterjemahkan ke: Urdu Indonesia

Ṣābi`ah - صابِئَةٌ

Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan dan menjelaskan hakikat kelompok Ṣābi`ah ke dalam beberapa pendapat, di antaranya: 1. Mereka adalah sekelompok orang yang dahulunya menganut agama Nuh -‘alaihis-salām-. 2. Mereka adalah segolongan orang Nasrani yang lebih lembut ucapannya. 3. Mereka adalah kaum yang beragama gabungan ajaran Yahudi dan Majusi. 4. Mereka adalah pertengahan antara Yahudi dan Nasrani. 5. Mereka adalah sekelompok orang yang menyembah para malaikat, salat menghadap kiblat, membaca kitab Zabur, dan melaksanakan salat lima waktu. 6. Ada yang berpendapat bahwa mereka adalah sekelompok orang yang mengikrarkan Lā ilāha illallāh (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) tetapi tidak memiliki amalan serta kitab dan nabi. 7. Bahwa Ṣābi`ah adalah nama dari dua kelompok berbeda yang tidak identik meskipun namanya sama, yaitu: a) Ṣābi`ah Ḥarrān; mereka lebih dulu ada dari orang-orang Nasrani. Mereka hidup pada masa Ibrahim -‘alaihis-salām- dengan menyembah bintang yang tujuh, meyakininya memberikan pengaruh, dan mengklaim bahwa falak (astronomi) adalah makhluk hidup yang berbicara. b) Sekelompok Ahli Kitab yang memiliki kemiripan dengan orang-orang Nasrani dan menyelisihi mereka dalam banyak cara beragama. Orang-orang Nasrani menamakan mereka pengikut Yohanes. Ibnu Taimiyah menambahkan kelompok ketiga yang muncul sebelum Taurat dan Injil, yaitu orang-orang yang bertauhid. Ibnu Taimiyah berkata, "Merekalah orang-orang yang dipuji oleh Allah -Ta’ālā- dalam firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Ṣabi`ah, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Rabb mereka, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 62).

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ahli Kitab - كِتابِيُّون

Orang-orang kafir terdiri dari tiga macam: 1. Ahli Kitab; mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani serta orang-orang yang sepaham dengan mereka dalam ajaran-ajaran pokok agama dari berbagai kelompok mereka, baik salah seorang mereka itu harbi atau zimi, dari kalangan Ajam ataupun Arab, dan baik kedua orang tuanya Ahli Kitab atau bukan Ahli Kitab, atau salah satunya Ahli Kitab dan lainnya bukan. 2. Kelompok yang memiliki sesuatu seperti kitab; mereka adalah Majusi. 3. Kelompok yang tidak memiliki kitab dan tidak pula menyerupai kitab; mereka adalah selain dua kelompok tersebut dari kalangan penyembah berhala, orang-orang munafik, orang-orang ateis, dan lainnya. Yang dimaksud dengan orang Yahudi adalah orang yang memeluk agama Yahudi yang sudah diselewengkan dan dinisbahkan kepada Musa -'alaihis-salām-. Mereka terdiri dari banyak sekte, di antaranya Al-Farīsiyyūn (Pharisees), Aṣ-Ṣidqiyyūn (Sadducees), As-Sāmiriyyūn, dan lainnya. Adapun yang dimaksud orang Nasrani adalah orang yang memeluk agama Nasrani yang sudah diselewengkan dan dinisbahkan kepada Isa -'alaihis-salām-. Mereka terdiri dari banyak sekte, di antaranya Al-Mulkāniyyah (Melkite), An-Nasṭūriyyah (Nestorian), Al-Ya'qūbiyyah (Yacobian), dan lainnya. Sebagian ulama mensyaratkan komitmen seorang Ahli Kitab terhadap akidah dan hukum-hukum (asli) agamanya (untuk disebut Ahli Kitab). Jika ia mengingkarinya dan menyimpang, maka ia bukan Ahli Kitab, seperti kelompok ateis di masa kita sekarang ini yang menisbahkan diri kepada agama Nasrani (Kristen).

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Majusi - مَجُوسٌ

Majusi ialah agama kuno yang mengagungkan bintang dan api. Agama ini diperbaharui, dimunculkan kembali, dan ditambahi oleh Zoroaster. Di antara ajaran mereka adalah meyakini adanya dua sumber, yaitu cahaya dan kegelapan. Pengikut agama ini meyakini bahwa kebaikan merupakan perbuatan cahaya dan keburukan adalah perbuatan kegelapan.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ibāḍiyyah - إباضية

Ibāḍiyyah adalah salah satu sekte Khawarij yang masyhur, dinisbahkan kepada pencetusnya, Abdullah bin Ibāḍ At-Tamīmiy. Di antara akidah utama mereka adalah: 1. Melakukan ta'ṭīl (peniadaan) sifat-sifat Allah. Di antara mereka ada yang meniadakannya secara total dengan dalih khawatir menyerupakan Allah dengan makhluk (tasybīh), seperti kelompok Jahmiyyah. Dan di antara mereka ada yang mengembalikan semua sifat tersebut kepada Zat Allah, sehingga bagi mereka sifat itu adalah Zat itu sendiri. 2. Mengingkari bahwa kaum mukminin akan melihat Allah -Ta’ālā- di akhirat. 3. Mengatakan bahwa Al-Qur`ān adalah makhluk. 4. Mengingkari siksa kubur, timbangan amal (mizan), ṣirāṭ, dan perkara-perkara akhirat lainnya. 5. Mengingkari adanya syafaat bagi para pelaku maksiat dari kalangan kaum muslimin. 6. Memandang pelaku dosa besar sebagai pelaku kufur nikmat atau kufur nifak, bukan kufur yang keluar dari Islam, dan mereka tidak menyebutnya sebagai orang musyrik. Tetapi jika mati, maka ia kekal di neraka. 7. Berpandangan boleh melakukan Taqiyyah (menampakkan sesuatu yang berbeda dengan kondisi hati) kepada kalangan Ahli Sunnah yang menyelisihi mereka. 8. Berpendapat boleh mengangkat senjata melawan para pemimpin yang melakukan kemaksiatan.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Asyā'irah - أشاعرة

Asyā'irah adalah salah satu sekte yang berafiliasi kepada Islam dan mengambil metodologi ahli kalam dalam menetapkan prinsip akidah dan membantah para penentangnya. Kelompok ini dinisbahkan kepada Abu Hasan Ali bin Ismā'īl Al-Asy'ariy yang wafat tahun 324 H. Sekte ini muncul pada abad ke-4 dan sesudahnya. Al-Asy’ariy pada mulanya menganut paham Muktazilah, kemudian beralih terpengaruh Ibnu Kullāb di seputar masalah kalam Allah -Ta’ālā-, perbuatan-perbuatan-Nya yang bersifat pilihan dan takdir. Kemudian akidah kelompok Asyā’irah berkembang, semakin dalam dan meluas dalam metode-metode kalam, rasionalisme, dan sufisme, hingga di abad ke-8 menjadi sekte rasionalisme filsafat Murjiah Jabariah. Al-Asy’ariy sendiri telah melalui tiga fase perjalanan dalam akidahnya: 1. Paham Muktazilah yang ia pelajari dari gurunya Abu Ali Al-Jubbā`iy, maha guru kaum Muktazilah pada zamannya. Beliau menganut paham Muktazilah selama empat puluh tahun. 2. Berlepas diri dari paham Muktazilah dan mengikuti pemahaman Abdullah bin Sa'īd bin Kullāb, yaitu dengan mengakui sifat-sifat 'aqliyyah dan menafikan sifat-sifat fi'liyyah (perbuatan). Fase inilah yang diikuti oleh para pengikutnya. 3. Kembali kepada manhaj Salaf secara global dan menetapkan seluruh sifat tanpa merubah atau menakwilnya. Di antara keyakinan sekte Asyā'irah adalah: 1. Mendahulukan dalil akal dari pada Al-Qur`ān dan Sunnah ketika bertentangan. 2. Tidak mengambil hadis ahad dalam masalah akidah; karena menurut mereka hadis ahad tidak memberi keyakinan. 3. Membatasi tauhid hanya pada tauhid rubūbiyyah dan menafikan makna ganda dan bercabang, susunan dan pembagian. Karena itu, mereka menafsirkan 'Ilah' sebagai "yang mampu menciptakan sesuatu yang baru." 4. Mengeluarkan amal perbuatan dari inti iman, yaitu mereka membatasi iman hanya pada keyakinan di dalam hati. 5. Menurut Asyā’irah Al-Qur`ān adalah makhluk, bukan firman Allah secara hakiki, akan tetapi merupakan ungkapan dari firman Allah -Ta'ālā-. 6. Dalam masalah takdir, mengadopsi paham Jabariah bahwa kemampuan seorang hamba tidak mempunyai efek apa pun dalam memunculkan perbuatan. 7. Menafikan hikmah dan ilat (faktor) secara mutlak dalam perbuatan Allah -Ta’ālā-. 8. Kewajiban hamba yang pertama adalah melakukan penelitian atau keraguan terhadap wujud Allah, bukan bersyahadat lā ilāha illallāh. 9. Kezaliman adalah berbuat pada sesuatu yang bukan miliknya, bukan meletakkan sesuatu di luar tempatnya, sehingga tidak mustahil memasukkan orang kafir ke surga dan orang beriman ke neraka. 10. Hanya menetapkan tujuh sifat bagi Allah dan menafikan apa pun yang berkaitan dengan Allah terkait sifat-sifat ikhtiyāriyyah yang ada pada Zat Allah, seperti istiwā` (bersemayam), turun ke langit terrendah, berbicara, dan murka.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ahli Kalam - أهل الكلام

Ahli Kalam adalah gelar populer untuk banyak kelompok menyimpang di kalangan umat ini yang meletakkan metode logika dan teori-teori filsafat dalam menetapkan keyakinan dan membantah para penentangnya, lalu dengannya mereka berpaling dari penjelasan yang terdapat dalam Al-Qur`ān dan Sunnah. Yang dimaksud dengan Ilmu Kalam adalah ilmu yang berdasarkan dalil-dalil akli (logika) yang batil dan argumen-argumen filsafat yang rusak dalam menetapkan keyakinan. Ahli kalam muncul di penghujung era generasi tabiin di Basrah. Mereka dinamakan ahli kalam karena perselisihan pertama yang terjadi dalam masalah agama adalah berkenaan dengan kalāmullah (kalam Allah); apakah kalāmullāh makhluk atau bukan? Lantas orang-orang pun memperbincangkan masalah ini dan larut dalam pembahasannya, dan orang-orang yang menyibukan diri dalam masalah ini dinamakan ahli kalam. Dikatakan pula, mereka dinamakan demikian karena banyak bicara, membahas, dan berdebat dalam masalah-masalah akidah, seperti masalah sifat-sifat Allah, hari kebangkitan, dan lainnya tanpa bersandar kepada Al-Qur`ān dan Sunnah. Ahli kalam bermacam-macam, mereka tidak berada dalam satu tingkatan. Banyak kelompok yang masuk dalam pengertian mereka ini. Seperti kelompok Jahmiyyah pengikut Jahm bin Ṣafwān, kelompok Muktazilah pengikut 'Amr bin 'Ubaid dan Wāṣil bin 'Aṭā`, kelompok Asyā'irah pengikut Abu Hasan Al-Asy'ariy, dan yang lainnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ṡanawiyyah - ثنوية

Aṡ-Ṡanawiyyah adalah salah satu sekte Majusi dan orang-orang seperti mereka yang mengatakan bahwa alam berasal dari dua sumber; cahaya dan kegelapan, bahwa keduanya azali dan sudah ada sejak zaman dahulu, serta keduanya berbeda dari segi zat dan bentuk, berlawanan dalam tindakan dan pengaturan. Menurut mereka, cahaya adalah tuhan kebaikan yang terpuji, sementara kegelapan adalah tuhan kejahatan yang tercela. Keyakinan sekte Aṡ-Ṡanawiyyah tentang adanya dua tuhan di alam ini adalah keyakinan yang jelas-jelas rusak, ditolak oleh fitrah dan akal sehat.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Salafiyyah - سلفية

Salafiyyah adalah penisbahan kepada salaf, yaitu sahabat, tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dari kalangan imam-imam yang menjadi panutan dan yang diakui kepemimpinannya dalam agama, sifat warak, dan ketakwaan secara lahir dan batin. Juga orang-orang yang diketahui kedudukan besar mereka dalam agama; manusia menerima perkataan mereka serta mengamalkannya secara turun-temurun. Yaitu para fukaha dan ulama umat ini yang dijadikan teladan dalam agama, bukan orang-orang yang dicela karena bidah, atau dikenal dengan gelar yang tidak baik dari berbagai sekte yang menyelisihi Ahli Sunnah wal Jamaah, seperti Khawarij, Rāfiḍah, Qadariyyah, Jabariah, Jahmiyyah, Muktazilah, Sufisme, Ahli Kalam, dan sekte-sekte sesat lainnya. Di antara ciri menonjol Salafiyyah adalah berpegang teguh dengan manhaj an-naql (Al-Qur`ān dan Sunnah). Karena itu, pada awalnya mereka dikenal dengan sebutan Ahli Hadis, untuk membedakan mereka dari orang-orang yang keluar dari manhaj ini dari kalangan Rāfiḍah, Muktazilah, Khawarij, dan yang lainnya. Mereka juga dikenal dengan Ahlul-Aṡar. Sebagaimana dalam memahami nas, mereka merujuk kepada Salaf Saleh, karena mereka memiliki pemahaman yang lebih cermat dan otak yang lebih jernih, lebih jujur dalam berpegang kepada Sunnah dan dalam beragama, ilmunya lebih dalam, tidak banyak memaksakan diri, dan lebih dekat kepada cahaya kenabian.

Diterjemahkan ke: Inggris Urdu Indonesia Rusia

Hindu - هِنْدُوسِيَّةُ

Hindu adalah agama syirik-paganisme yang memiliki keyakinan dan tradisi yang terbentuk melalui sejarah panjang dari abad ke-15 SM hingga masa kita saat ini. Tidak ada pendiri tertentu agama ini. Di antara keyakinan mereka adalah at-ta'addud (politeis/meyakini banyak tuhan); karena mereka menyakini bahwa setiap benda alam yang bermanfaat atau berbahaya memiliki Tuhan yang disembah, seperti air, udara, sungai-sungai, dan gunung-gunung. Tuhan-tuhan yang berjumlah banyak itu mereka sembah dengan beribadah dan berkurban terhadapnya. Di antara keyakinan mereka adalah mengultuskan sapi, beberapa jenis binatang melata seperti ular, dan beberapa jenis hewan lainnya seperti kera, meyakini adanya reinkarnasi ruh, wiḥdatul-wujūd (persatuan wujud tuhan dengan hamba), dan lain sebagainya.

Diterjemahkan ke: Indonesia

Qādiyāniyyah - قاديانية

Al-Qādiyāniyyah adalah salah satu sekte kebatinan yang buruk, yang sedikit pun bukan dari bagian Islam. Sekte ini muncul di akhir abad ke-19 M di India atas prakarsa Inggris dengan tujuan menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka, khususnya kewajiban jihad. Di India dan Pakistan, sekte ini dinamakan Qādiyāniyyah. Sementara di Afrika dan negara-negara jajahan Inggris lainnya mereka menamakan diri dengan Ahmadiyah. Di antara ideologi mereka: 1. Menyatakan belum berakhirnya kenabian dan menakwilkan dalil yang menunjukkan kenabian telah berakhir. 2. Gulam Ahmad adalah Al-Mahdiy dan seorang nabi yang mengukuhkan syariat Muhammad -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- dan ia adalah Almasih yang ditunggu. 3. Pintu wahyu terbuka untuk manusia dan wahyu itu telah turun kepada Mirza Gulam Ahmad dan didengar oleh sebagian pengikutnya. 4. Mengharamkan jihad dan menyeru untuk patuh kepada penguasa Inggris. 5. Wilayah Qādiyān dan masjidnya sama dengan Mekah dan Masjidilharam. Beribadah haji ke Qādiyān seperti ibadah haji ke Mekah, dan Qādiyān merupakan tanah suci ketiga. 6. Mengafirkan kaum muslimin yang tidak percaya kepada Mirza Gulam Ahmad. 7. Mengutamakan Mirza Gulam Ahmad dan mengutamakan para pengikutnya atas semua nabi dan para pengikutnya. 8. Menyerupakan Allah -Ta'ālā- dengan manusia. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka katakan. 9. Meyakini akidah reinkarnasi dan al-ḥulūl serta berbagai keyakinan batil lainnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Urdu Indonesia Rusia

Murji`ah - مرجئة

Murji`ah adalah sekte-sekte dalam Islam yang meyakini bahwa maksiat tidak membahayakan selagi ada keimanan, sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat selagi ada kekufuran, dan bahwa amal keluar dari substansi iman. Mereka dinamakan Murji`ah karena dua hal: Pertama: mereka mengakhirkan amal dari niat dan tujuan. Kedua: mereka memberikan harapan ampunan Allah -Ta'ālā- kepada orang mukmin yang durhaka. Mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan pengertian iman sesuai dengan sekte-sekte yang ada: 1. Jahmiyyah, yakni para pengikut Jahm bin Ṣafwān yang menganggap bahwa iman adalah pengetahuan hati, iman tidak terbagi-bagi, dan orang-orang yang menyandangnya tidak memiliki perbedaan di dalamnya. 2. Asyā'irah dan Māturīdiyyah; mereka mengatakan bahwa iman adalah pembenaran dengan hati. Di antara mereka ada yang mengatakan, iman tidak bertambah dan tidak berkurang, sebagaimana menurut Al-Bāqillāniy, Al-Juwainiy, dan Ar-Rāziy. Pendapat ini dipegang mayoritas Māturīdiyyah. Dan di antara mereka ada yang berpendapat bahwa pengakuan dengan hati dapat bertambah dan berkurang dari segi kekuatan dan kelemahan sesuai tingkat kejelasan dalil dan bukti. Orang yang berpendapat demikian adalah Al-Ījiy dan Al-Gazāliy. 3. Abu Hanifah dan para pengikutnya; mereka mengatakan, iman adalah pengakuan dengan lisan dan pembenaran dengan hati. Iman tidak bertambah dan tidak berkurang. Pendapat ini disepakati oleh sebagian Māturīdiyyah. 4. Karrāmiyyah; mereka mengatakan bahwa iman adalah pengakuan dengan ucapan lidah tanpa hati. Orang-orang Murji`ah sepakat mengeluarkan amalan dari pengertian iman. Selanjutnya berkaitan dengan masalah kewajiban amal, Murji`ah terbagi dua kelompok: 1. Kelompok Murjiah Ekstrim. Mereka adalah orang-orang yang mengklaim bahwa amal tidak wajib. Mereka juga mengklaim bahwa seorang mukmin meskipun melakukan kemaksiatan atau melanggar kewajiban, ia pasti mendapatkan keselamatan. Mereka mengatakan bahwa dosa tidak akan membahayakan iman, sebagaimana ketaatan tidak ada gunanya bersama kekafiran. 2. Kelompok Murjiah non Ekstrim. Mereka memandang amal itu wajib dan orang yang bermaksiat ada dalam kehendak Allah pada hari Kiamat. Jika Allah berkehendak, Dia mengazabnya. Dan jika berkehendak, Dia mengampuninya. Pendapat mereka ini meminimalisir perselisihan antara mereka dengan Ahli Sunnah, dan melokalisir perselisihan hanya dalam pengertian iman saja.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Muktazilah - معتزلة

Muktazilah adalah sekte Islam yang muncul di akhir masa Dinasti 'Umawiyyah dan berkembang pesat di era Dinasti 'Abbāsiyyah. Sekte ini mengandalkan akal murni dalam memahami akidah Islam karena terpengaruh oleh beberapa filsafat yang berasal dari luar sehingga menyebabkannya menyimpang dari akidah Ahli Sunnah wal Jamaah. Mereka menamakan diri “para pendukung keadilan dan tauhid”. Barangkali pendapat yang benar tentang sebab penamaan mereka dengan "Muktazilah" adalah karena langkah pemimpin mereka, Wāṣil bin 'Aṭā`, yang menjauhi halakah Hasan Al-Baṣriy setelah ia mengatakan bahwa pelaku dosa besar berada di satu kedudukan di antara dua kedudukan (yakni bukan mukmin dan bukan kafir), dan ia abadi di neraka jika belum bertobat sebelum meninggal dunia. Di antara nama-nama sekte Muktazilah adalah Qadariyyah. Dinamakan demikian disebabkan mereka sepaham dengan sekte Qadariyyah dalam mengingkari takdir dan menyandarkan perbuatan-perbuatan manusia kepada kemampuan mereka. Di antara nama lainnya adalah Ṡanawiyyah dan Majūsiyyah (Majusi). Dinamakan demikian karena mereka menyatakan bahwa kebaikan dari Allah dan keburukan dari manusia. Ini menyerupai paham Ṡanawiyyah dan Majusi yang menyatakan adanya dua tuhan; pertama, tuhan kebaikan dan kedua, tuhan keburukan. Mereka juga dinamakan sekte Wa'īdiyyah. Ini merujuk pada pendapat populer yang mereka yakini tentang kepastian terlaksananya janji dan ancaman Allah, dan bahwasanya Allah -Ta'ālā- tidak mengingkari janji dan ancaman-Nya. Sehingga orang berdosa pasti disiksa, kecuali jika dia bertobat sebelum meninggal dunia. Nama mereka yang lainnya adalah Mu'aṭṭilah. Ini juga menjadi nama sekte Jahmiyyah. Namun kemudian secara umum digunakan untuk Muktazilah, karena mereka sepaham dengan sekte Jahmiyyah dalam menafikan dan meniadakan sifat-sifat serta menakwilkan nas-nas Al-Qur`ān dan Sunnah yang tidak selaras dengan mazhab mereka. Ajaran pokok mereka ada lima: 1. Tauhid. Yang mereka maksud dengan tauhid adalah mengingkari sifat-sifat Allah -Ta'ālā-. Mereka beralasan bahwa menetapkannya berkonsekuensi banyaknya jumlah yang qadīm (tuhan), dan ini syirik menurut mereka; karena menetapkan sifat-sifat mengindikasikan dijadikannya setiap sifat sebagai tuhan. Solusinya adalah menafikan sifat-sifat dan mengembalikannya kepada Zat Allah Yang Maha Pencipta. Maka dikatakan, "Dia Maha Mengetahui dengan Zat-Nya dan Maha Kuasa dengan Zat-Nya, dan seterusnya. Dengan demikian tauhid dapat terwujud, menurut pandangan mereka. 2. Keadilan. Maksud mereka adalah mengingkari takdir yang berkaitan dengan perbuatan Allah -'Azza wa Jalla-. Mereka mengeluarkan perbuatan-perbuatan hamba yang buruk dari kehendak Allah -'Azza wa Jalla- serta takdir dan penciptaan-Nya. Sebab hal itu mengharuskan adanya penyandaran perbuatan buruk kepada Allah -Ta'ālā-, sementara Dia suci dari perbuatan buruk itu. 3. Janji dan ancaman. Maksud mereka dibalik itu adalah menjadikan pelaku maksiat kekal di neraka. Arti janji menurut mereka adalah mereka mewajibkan Rabb melaksanakan janji-Nya dan memberi hamba balasan ketaatan yang telah Dia bebankan kepadanya; sebagai keberhakkan hamba yang harus ditunaikan Allah atas janji-Nya kepadanya, jika ia mengerjakan semua tugas yang telah Allah pilih dan bebankan kepadanya. Adapun ancaman dalam pengertian mereka adalah Allah melaksanakan apa yang Dia ancamkan kepada orang-orang berdosa dari kalangan orang mukmin jika mereka meninggal dunia tanpa bertobat, dan Dia tidak boleh mengingkari janji dan berdusta. 4. Kedudukan di antara dua kedudukan. Yang mereka maksud adalah bahwa pelaku dosa besar tidak termasuk orang beriman dan juga bukan kafir; tetapi ditetapkan baginya hukum ketiga, yaitu dinamakan orang yang berada di satu kedudukan di antara dua kedudukan, karena dia telah keluar dari keimanan, dan tidak masuk ke dalam kekufuran. Dia dihukumi kekal dalam neraka di akhirat. Dengan demikian, nama dan hukumnya berbeda di dunia sehingga pantas untuk berada di suatu kedudukan di antara dua kedudukan. 5. Amar makruf dan nahi mungkar. Kedua hal ini dianggap fardu kifayah oleh Muktazilah. Jika keduanya telah ditunaikan oleh seseorang dan sudah mencukupi, maka kewajiban itu gugur dari yang lainnya. Hanya saja ada perbedaan antara Ahli Sunnah dengan Muktazilah dalam hal-hal berikut: 1. Metode dalam merubah kemungkaran. 2. Mereka mewajibkan pemberontakan kepada penguasa zalim. 3. Mengangkat senjata di hadapan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka, baik mereka itu orang-orang kafir atau orang-orang muslim pelaku kemaksiatan.

Diterjemahkan ke: Inggris Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Eksistensialisme - وجودية

Al-Wujūdiyyah merupakan mazhab ateis dan aliran filsafat bebas yang di bangun di atas pemikiran yang menipu dalam wujud mengangkat nilai manusia. Ia mengklaim bahwa manusia adalah pemilik pemikiran, kebebasan, kehendak, dan pilihan serta tidak membutuhkan sosok yang mengarahkan. Dia berkewajiban menampakkan dirinya, menetapkan keberadaannya, mencetak kepribadian dan tabiatnya dengan kehendaknya. Dia sendirilah yang mengambil alih pekerjaan-pekerjaannya, membatasi sifat-sifat dan esensinya dengan pilihannya yang bebas tanpa ikatan dengan seorang pencipta atau nilai-nilai di luar dari kehendaknya. Dia yang memilih nilai-nilai yang mengatur hidupnya. Mazhab ini merupakan yang paling terkenal dalam tradisi barat di abad ke- 20. Tetapi para penganut mazhab wujūdiyyah ini berselisih pendapat mengenai caranya. Di antara mereka ada yang mengatakan, "Seseorang menetapkan eksistensinya dengan melepas diri pada syahwat tanpa mempedulikan adat (tradisi), agama atau akhlak." Di antara mereka ada yang mengatakan, "Hal itu akan terwujud dengan menghadapi hal-hal yang menakutkan dan berbahaya serta melawan ujian dan bencana." Pemikiran mereka telah menyebabkan tersebarnya kekacauan moral (anarki), kebebasan seks, penghalalan segalanya, dan menimbulkan kerusakan. Mengenai sebab penamaan Al-Wujūdiyyah dengan nama ini terdapat perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan, nama ini disematkan karena mereka menganggap eksistensi manusia didahulukan daripada esensinya. Mereka mengatakan bahwa eksistensi itu lebih dikedepankan daripada esensi. Ada juga yang mengatakan, penamaan tersebut dikarenakan mereka melihat eksistensi sesuatu pada dirinya lebih penting daripada menjadi salah satu dari jenis yang yang memiliki beragam turunan. Para pemikir barat berpendapat bahwa Soren Kierkegaard (1813-1855 M) adalah pendiri aliran Wujūdiyyah (eksistensialisme). Sedangkan tokohnya dari kalangan modern yang paling terkenal adalah Jean-Paul Sartre, filsuf Perancis yang lahir tahun 1905 M yang merupakan seorang ateis.

Diterjemahkan ke: Inggris Urdu Indonesia Rusia

Yazīdiyyah - يزيدية

Al-Yazīdiyyah adalah suatu sekte yang menyimpang, muncul pada tahun 132 H melalui tangan Yazīd bin Unaisah setelah runtuhnya Dinasti Umawiyyah. Di antara kebatilan keyakinannya adalah: - Allah -Ta'ālā- akan mengutus seorang Rasul dari kalangan non-Arab dan akan diturunkan kepadanya satu kitab yang sudah tertulis di langit dengan menurunkannya sekaligus. - Dia meninggalkan syariat Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan mengambil ajaran selainnya. - Ia gemar mendatangi kuburan dan pemakaman. - Mereka memiliki keyakinan khusus terkait setiap rukun-rukun Islam. - Mengklaim bahwa agama yang dibawa oleh nabi yang akan diutus oleh Allah -Ta'ālā- tersebut adalah Aṣ-Ṣābi`ah, bukan yang dianut oleh orang-orang sekarang dan bukan juga yang disebutkan Allah -Ta'ālā- dalam Al-Qur`ān.

Diterjemahkan ke: Inggris Urdu Indonesia Rusia

Yahudi - يهودية

Al-Yahūdiyyah adalah agama orang-orang Ibrani keturunan Ibrahim -'alaihiṣ-ṣalātu was-salām- dan dikenal dengan suku-suku Bani Israil "Ya'qūb -'alaihis-salām-". Allah -Ta'ālā- mengutus Musa -'alaihiṣ-ṣalātu was-salām- kepada mereka yang dikuatkan dengan Taurat untuk menjadi nabi bagi mereka. Orang-orang Yahudi adalah Ahli Kitab dan penganut monoteisme pada awalnya. Selanjutnya mereka mengarah kepada kesyirikan dan (paham) tajsīm, yang menyebabkan banyaknya para nabi di kalangan mereka untuk mengembalikan mereka kepada jalan tauhid yang benar setiap kali mereka menyimpang dalam pemahaman ulūhiyyah (keilahian). Mereka menjadikan anak sapi sebagai sembahan beberapa saat setelah keluar dari Mesir. Tuhan mereka dinamakan "Yahweh", dan itu bukan tuhan yang terpelihara (dari dosa), tetapi melakukan kesalahan, berontak, dan melakukan penyesalan. Tuhan ini keras, fanatik, dan penghancur bangsanya. Dia hanya tuhan bagi Bani Israil saja. Dengan demikian, tuhan ini musuh bagi yang lainnya. Mereka mengklaim bahwa tuhan itu berjalan di dalam tiang dari awan di hadapan sekelompok Bani Israil. Allah Mahatinggi dari apa yang dikatakan orang-orang zalim itu. Mereka berkeyakinan bahwa putra Ibrahim yang hampir disembelih adalah Ishak, anak dari Sarah. Padahal yang benar adalah Ismā'īl. Dalam agama mereka yang telah terdistorsi tidak disebutkan masalah kebangkitan, keabadian, pahala, dan siksa, kecuali beberapa isyarat sederhana. Ini disebabkan karena permasalahan tersebut jauh dari komposisi pemikiran orang Yahudi yang materialis. Karena itu, pahala bagi mereka adalah hal duniawi, berupa kemenangan dan dukungan. Siksaan juga berupa hal duniawi berupa kerugian, kehinaan, dan perbudakan. Mereka meyakini bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah, bahwa ruh-ruh orang Yahudi merupakan bagian dari Allah -Allah Mahatinggi dari apa yang mereka katakan-, dan bahwa perbedaan antara derajat manusia dan hewan adalah seukuran perbedaan antara orang Yahudi dan non-Yahudi. Konsensus Yahudi sebelum muncul gerakan reformasi di Jerman di bawah kepemimpinan Ben Mosses Mandelzedhan (1729-1786 M) menyatakan bahwa Yahudi adalah murni kelompok agama tanpa ada keistimewaan nasionalisme. Artinya bahwa orang Yahudi sepanjang masa-masa sebelumnya terbatas pada bangsa tertentu, yaitu seorang Yahudi harus terlahir dari seorang ibu yang Yahudi; garis keturunannya harus merujuk kepada putra-putra Ishak dan Yakub sebagai pembawa perjanjian Ilahi kepada keturunan mereka. Sebagaimana penamaan ini pada awalnya memiliki pengertian geografis historis, yaitu mengisyaratkan kepada penduduk kerajaan selatan (Yahūżā) saja. Akan tetapi, pengertiannya kemudian meluas sehingga mencakup orang yahudi keseluruhan, khususnya setelah terjadi fusi (peleburan) penduduk Kerajaan utara (Yasrā`īl) pasca pengusiran yang dilakukan bangsa Assyūria (Asyur) serta hilangnya mereka dari panggung sejarah dan berlangsungnya kerajaan Yahūżā selama dua abad. Demikianlah kata Yahūdī menjadi nama bagi setiap orang yang memeluk agama Yahudi di setiap masa dan tempat tanpa melihat afiliasinya secara keturunan ataupun geografis.

Diterjemahkan ke: Inggris Urdu Indonesia Rusia

Komunisme - شيوعية

Asy-Syuyū'iyyah (Komunisme) adalah sebuah sistem yang dibangun di atas dasar penghapusan kepemilikan individu, dan pemberian hak manusia untuk bersama-sama memiliki harta, wanita, dan semua kekayaan dan berbagai usaha. Ajaran ini didirikan oleh Karl Mark dan dipraktikkan oleh penerus yang datang setelahnya. Komunisme dibangun di atas paham ateisme, memandang semesta dan kehidupan dari pandangan materi dan berusaha merealisasikan misi-misinya dengan kekerasan dan pembantaian serta dengan segala sarana yang mereka miliki. Di antara paham mereka adalah: 1. Mengingkari keberadaan Allah -Ta'ālā- dan segala yang gaib, dan meyakini bahwa materi adalah pangkal segala sesuatu. Slogan mereka: "Kami meyakini tiga sosok: yakni Mark, Lenin, dan Stalin, dan kami mengingkari tiga: yakni Allah, agama, dan milik individu." 2. Memerangi agama dan menganggapnya sebagai sarana untuk membius bangsa-bangsa, melayani kapitalisme, dengan mengecualikan agama Yahudi; karena orang-orang Yahudi adalah bangsa teraniaya yang membutuhkan agama untuk mengembalikan lagi hak-hak mereka yang dirampas, sebagaimana klaim mereka. 3. Memerangi kepemilikan pribadi dan berpandangan bahwa harta milik bersama, serta menghapus warisan. 4. Meyakini bahwa tidak ada akhirat, tidak ada siksaan, dan tidak ada pahala selain di kehidupan dunia ini.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Al-Firqah An-Nājiyah - الفِرْقَةُ النَّاجِيَةُ

Al-Firqah an-Nājiyah mencakup semua orang yang berakidah dengan akidah yang sahih sebagaimana yang dipegang oleh para sahabat mulia dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari Kiamat, seperti iman kepada Allah, rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari Kiamat, takdir baik maupun buruk, dan berbagai keyakinan dan kewajiban lainnya, serta meninggalkan bidah dan kesesatan serta para penganutnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Para Filsuf - فَلاسِفَةٌ

Filsafat berprinsip mendahulukan akal dan mengultuskannya di atas segala sumber dalil lainnya. Dulu, kata filsafat digunakan sebagai istilah untuk pembelajaran prinsip-prinsip dasar dan tafsiran pengetahuan secara rasional dengan tujuan mencari hakikat (kebenaran). Filsafat telah melewati beberapa fase, para filsuf membaginya menjadi empat bagian, yaitu: 1. Geometri dan ilmu hitung. 2. Logika, yaitu pembahasan tentang definisi dan dalil serta syarat-syarat keduanya. 3. Teologi, yaitu pembahasan tentang Zat Allah dan sifat-sifat-Nya. 4. Ilmu naturalisme, yaitu kajian tentang fisik dan keistimewaan-keistimewaannya. Para pengikut filsafat adalah golongan yang menyimpang dari kebenaran dan agama-agama para nabi, dan mengganti wahyu dengan akal. Mereka mengadopsi ilmu-ilmu dari bangsa Yunani yang paganis (penyembah berhala) dan ateis. Mereka terdiri dari beberapa golongan, di antaranya Dahriyyah (pengingkar adanya pencipta), Ṭabī'iyyūn (pengikut naturalisme), dan Ilāhiyyūn (yang menyaikini adanya Tuhan tapi mengingkari keesaan-Nya). Filsafat terbagi menjadi tiga: 1. Filsafat konkrit, yaitu filsafat yang berkaitan dengan indra, dan objeknya adalah alam. 2. Filsafat teoritis rasional, yaitu filsafat yang terwujud dengan memberikan bukti argumentatif dan pandangan konklusif. Para penganutnya disebut Al-Masysyā'iyyah, dinisbahkan kepada pemimpinya, Aristoteles, yang mengajari para pengikutnya sambil berjalan (arab: yamsyī). 3. Filsafat iluminasi, yaitu filsafat yang didapatkan dengan intuisi dan ilham serta sesuatu yang melimpah ke dalam jiwa. Objeknya ialah ilmu-ilmu ketuhanan. Di antara ahli filsafat Yunani yang paling populer adalah Plato dan Aristoteles. Sedangkan para ahli filsafat paling terkenal yang berafiliasi kepada Islam adalah Al-Kindiy, Al-Fārābiy, dan Ibnu Sīnā. Di antara keyakinan rusak para filsuf adalah: 1. Keyakinan mereka bahwa alam semesta itu qadīm. 2. Mengingkari ilmu Rabb dan kitab-kitab para nabi. 3. Mengingkari hari Akhir, surga, dan neraka. 4. Para malaikat menurut mereka adalah akal. 5. Seorang filsuf lebih tinggi kedudukannya dari nabi. Dan berbagai pendapat rusak lainnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Iṡnā 'Asyariyyah - اثنا عشرية

Iṡnā 'Asyariyyah adalah salah satu sekte Syiah. Mereka dinamakan demikian karena meyakini keimaman dua belas orang dari kalangan Ahli Bait. Mulai dari yang pertama Ali -raḍiyallāhu 'anhu- dan yang terakhir Muhammad bin Al-Ḥasan Al-'Askariy yang menghilang, yang mereka klaim masuk ke sirdāb (ruang bawah tanah) di Sāmurrā` di negeri Irak pada pertengahan abad ke-3. Mereka meyakini bahwa dia masih hidup di dalamnya sampai sekarang, dan mereka sedang menunggu waktu keluarnya. Sekte Iṡnā 'Asyariyyah juga dijuluki dengan Rāfiḍah, Ja'fariyyah, dan Imāmiyyah. Iṡnā 'Asyariyyah terpecah menjadi banyak sekte, di antaranya Syīkhiyyah, Kasyfiyyah, Bābiyyah, dan lainnya. Sekte Rāfiḍah Iṡnā 'Asyariyyah memiliki banyak akidah dan pokok ajaran yang berseberangan dengan keyakinan kaum muslimin. Di antaranya adalah: 1. Mereka meyakini Al-Qur`ān telah didistorsi (dirubah). 2. Mengafirkan, mencela, dan membenci para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- kecuali sedikit di antara mereka, serta berlepas diri dari ketiga khalifah, yakni Abu Bakar, Umar dan Usman -raḍiyallāhu 'anhum- dan menyandangkan sifat-sifat sangat buruk pada mereka, karena mereka -sebagaimana klaim Rāfiḍah- telah merebut kekhalifahan dari Ali -raḍiyallāhu 'anhu- yang lebih berhak menjadi khalifah dibanding mereka. 3. Meyakini kemaksuman para imam mereka yang berjumlah 12 dari kesalahan dan lupa, lebih-lebih kemaksiatan dan keburukan, dan bahwa mereka mengetahui perkara gaib. 4. Mengagungkan kuburan dan tempat-tempat kematian syuhada dan berdoa kepada orang yang sudah mati. 5. Meyakini konsep Taqiyyah (menampakkan sesuatu yang berbeda dengan kondisi hati), yaitu mereka menganggapnya sebagai satu di antara pokok agama, yang meninggalkannya sama seperti orang yang meninggalkan salat. 6. Meyakini bahwa nikah mutah adalah sebaik-baik adat dan ibadah paling utama.

Diterjemahkan ke: Inggris Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ismā'īliyyah - إسماعيلية

Sekte Ismā'īliyyah adalah orang-orang yang menetapkan keimaman Ismā'īl bin Ja'far Aṣ-Ṣādiq. Ada juga yang mengatakan, bahwa ia dinisbahkan kepada Muhammad bin Ismā'īl bin Ja'far Aṣ-Ṣādiq. Ia merupakan sebuah sekte yang secara lahir membela Ahli Bait, namun hakikatnya menghancurkan akidah Islam, membatalkan syariat, dan mencela agama. Sekte ini memiliki banyak pecahan dan memiliki ekstensi sepanjang zaman hingga masa kita sekarang ini. Mereka sangat ekstrem, bahkan sampai pada tingkat bahwa sekte Syi'ah Iṡna 'Asyariyyah mengafirkan para penganutnya. Sekte Ismā'īliyyah terbagi dua: 1. Kelompok yang menanti kembalinya Ismā'īl bin Ja'far, padahal para sejarawan sepakat mengenai kematian Ismā'īl pada masa hidup bapaknya. 2. Kelompok yang berpendapat bahwa yang menjadi imam setelah Ja'far adalah cucunya, yaitu Muhammad bin Ismā'īl bin Ja'far. Karena Ja'far telah melantik putranya, Ismā'īl sebagai imam setelahnya, namun ketika Ismā'īl meninggal dunia pada saat bapaknya masih hidup, maka diketahui bahwa dia sebenarnya mengangkat putra Ismā'īl. Sekte Ismā'īliyyah terpecah menjadi banyak pecahan. Di antaranya Ismā'īliyyah Agā Khāniyyah di Iran dan Ismā'īliyyah Buhrah di India dan Yaman. Di antara keyakinan mereka secara garis besar: 1. Keterjagaan dari dosa menurut mereka bukan berarti tidak melakukan kemaksiatan dan kesalahan, tetapi mereka menafsirkan kemaksiatan-kemaksiatan itu sesuai dengan keyakinan mereka. 2. Orang yang meninggal dunia tanpa mengetahui imam pada masanya dan dia belum membaiatnya, maka ia mati dengan kematian jahiliah. 3. Bersikap guluw (ekstrem) kepada imam dengan menyifati mereka dengan berbagai sifat yang mengangkatnya sampai menyerupai Allah, meyakini mereka secara khusus mengetahui perkara batin, serta menyerahkan seperlima penghasilannya kepada mereka. 4. Mereka membenarkan Taqiyyah dan sirriyah, serta mereka menerapkannya pada fase-fase ketika mereka mengalami berbagai peristiwa berat. 5. Meyakini reinkarnasi, dan imam menurut mereka merupakan pewaris para nabi seluruhnya dan pewaris semua imam sebelumnya. 6. Mengingkari sifat-sifat Allah, karena dalam pandangan mereka bahwa Allah di luar jangkauan akal. Menurut mereka Allah tidak ada dan tidak juga tidak ada, tidak berilmu dan tidak juga jahil, tidak berkuasa dan tidak juga lemah.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Imāmiyyah - إمامية

Al-Imāmiyyah dikenal juga dengan nama Syi'ah Imāmiyyah Iṡnā 'Asyariyyah. Mereka adalah orang-orang yang menyatakan bahwa Ali -raḍiyallāhu 'anhu- yang lebih berhak menjabat sebagai khalifah, bukan Abu Bakar, Umar, dan Usman -raḍiyallāhu 'anhum-. Mereka disebut Imāmiyyah karena mereka menjadikan kepemimpinan sebagai permasalahan pokok yang menyibukkan mereka. Dan disebut dengan Iṡnā 'Asyariyyah karena mereka menyatakan bahwa imam berjumlah dua belas, terpelihara dari dosa dan lupa, serta dari berbuat dosa besar dan dosa kecil, dan bahwa imam terakhir mereka masuk ke dalam gua di Sāmurrā` (Irak), namanya Ḥasan Al-'Askariy, sebagaimana pengakuan mereka. Sekte ini mengaku cinta dan berloyalitas terhadap Ahli Bait (keluarga Nabi). Di antara keyakinan mereka yang lain: - Ilmu laduni; bahwa setiap imam mereka telah dititipi ilmu dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang akan menyempurnakan syariat. Bagi mereka, tidak ada perbedaan antara para imam dengan Nabi kecuali pada wahyu, yaitu para imam tidak diberi wahyu. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah menitipkan kepada mereka rahasia-rahasia agama agar mereka menjelaskannya kepada manusia sesuai dengan kebutuhan di zaman mereka. - Gaibah; yaitu mereka berpendapat bahwa suatu zaman tidak boleh kosong dari hujah dari Allah secara akal dan agama, dan bahwa hujah itu sekarang adalah imam ke-12, tetapi dia bersembunyi di sebuah gua, sebagaimana yang mereka klaim. Mereka meyakini bahwa ia memiliki gaibah sugra dan kubra. Tentu ini hanyalah dongengan mereka belaka. Oleh karena itu, Al-Khumainiy menciptakan bagi mereka istilah wilāyatul-faqīh sebagai wakil imam yang ditunggu. - Raj'ah; yaitu keyakinan mereka bahwa Ḥasan Al-'Askariy akan kembali di akhir zaman pada saat dia diizinkan oleh Allah untuk keluar. Mereka mengatakan bahwa pada saat keluar dia akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kerusakan dan kezaliman. -Taqiyyah; mereka menjadikannya sebagai usul agama, dan orang yang meninggalkannya seperti meninggalkan salat. Taqiyyah itu hukumnya wajib, tidak boleh ditinggalkan hingga munculnya imam ke-12 mereka di akhir zaman. Barang siapa yang meninggalkannya sebelum keluarnya imam tersebut, berarti telah keluar dari agama Allah -Ta'ālā- dan dari Imāmiyyah. - Mereka meyakini memiliki mushaf (Al-Qur`ān) yang bernama Mushaf Fatimah. - Barā`ah (berlepas diri); yaitu mereka berlepas diri dari tiga khalifah, yaitu Abu Bakar, Umar, dan Usman -raḍiyallāhu 'anhum-. Mereka menyifati ketiganya dengan sifat-sifat paling jelek, sebagaimana mereka juga mencela banyak sahabat dan tidak bersikap warak dalam mencela Ummul-Mu`minīn Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-.

Diterjemahkan ke: Inggris Urdu Indonesia Rusia

Bahā`iyyah - بهائية

Al-Bahā`iyyah adalah salah satu sekte kebatinan yang buruk, yang merupakan turunan dari sekte Al-Bābiyyah, diprakarsai oleh Mirzā Husain Ali (1233-1309 H/1817-1892 M) ketika dia memproklamirkan bahwa dirinyalah yang dimaksud dengan ungkapan "orang yang dimunculkan oleh Allah" yang disebutkan dalam kitab-kitab Al-Bāb, dan mengklaim bahwa Al-Bāb telah mengabarkan tentang dirinya. Al-Bāb menurut sekte Bahā`iyyah ialah sosok yang menjadi mediator antara mereka dengan imam kedua belas yaitu Muhammad bin Hasan Al-'Askariy. Selanjutnya Mirzā Husain mengklaim bahwa dirinya adalah Al-Mahdī yang ditunggu-tunggu. Kemudian dia mengaku mendapatkan kenabian dan ketuhanan, dan mengklaim bahwa Allah bereinkarnasi di dalam dirinya. Sungguh Mahasuci Allah dari klaim sesatnya ini. Di antara keyakinan mereka adalah keyakinan ḥulūl (inkarnasi) dan ittiḥād (Allah menyatu dengan manusia), reinkarnasi, keabadian semua makhluk, serta pahala dan siksaan hanya terjadi pada ruh saja dalam bentuk yang menyerupai khayalan. Selain itu mereka juga mengingkari mukjizat-mukjizat para nabi dan hakikat malaikat serta jin. Mereka juga mengingkari surga dan neraka.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Tījāniyyah - تيجانية

Tījāniyyah ialah tarekat tasawuf yang didirikan oleh Abul-'Abbās Ahmad bin Muhammad bin Al-Mukhtār At-Tījāniy (1150 H-1230 H). Dia lahir di dusun 'Ain Māḍī di wilayah gurun Aljazair, dan dinisbahkan ke sebuah distrik yang bernama Bani Tijīn, salah satu perkampungan Barbar di Maroko. Para penganut tarekat ini mempercayai sejumlah pemikiran dan keyakinan syirik tasawuf dan menambahkan keyakinan adanya kemungkinan bertemu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- secara fisik dan nyata di dunia ini. Juga berkeyakinan bahwa Nabi ṣallallāhu 'alaihi wa sallam telah mengkhususkan mereka dengan selawat al-fātiḥ limā ugliq. Redaksinya: Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā al-fātiḥ limā ugliq wal-khātimi limā sabaq nāṣiril-ḥaqqi bil-ḥaqq al-hādī ilā ṣirāṭikal-mustaqīm wa ’alā ālihī ḥaqqa qadrih wa miqdārihil-‘aẓīm (Ya Allah! Limpahkanlah selawat kepada junjungan kami, Muhammad, pembuka segala yang tertutup, penutup segala yang terdahulu, pembela kebenaran dengan kebenaran, dan yang menunjukkan kepada jalan-Mu yang lurus. Juga kepada keluarganya dengan sebenarnya dan dengan ukurannya yang agung). Selawat ini menempati posisi yang agung di kalangan mereka, sampai mereka lebih mengutamakannya dari membaca Al-Qur`ān sekian kali lipat. At-Tījāniy juga mengklaim sebagai penutup seluruh wali dan sebagai “al-gauṡ al-akbar” (penolong agung) pada masa hidupnya dan setelah dia wafat. Dengan klaim ini, dia telah menjadikan dirinya berhala yang disembah selain Allah. Sebagaimana juga dia mengklaim bahwa ruh para wali sejak Adam sampai waktu dia muncul tidak mendapatkan kemenangan dan ilmu rabani kecuali dengan perantaraan dirinya. Dia juga mengklaim bahwa dia dan pengikutnya adalah yang pertama kali akan masuk surga, bahwa Allah akan mengaruniakannya hak syafaat untuk diberikan kepada seluruh manusia yang hidup di abad ketika ia hidup, bahwa Rasulullah telah mengajarkannya sebuah zikir yang dikenal dengan selawat al-fātiḥ yang lebih utama 60.000 kali lipat dibandingkan zikir-zikir lainnya di bumi termasuk Al-Al-Qur`ān, dan berbagai keyakinan batil lainnya seperti keyakinan wiḥdatul-wujūd dan sebagainya. Tarekat ini berkembang di berbagai belahan bumi, khususnya negara-negara Afrika.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Agama Budha - بوذية

Budha merupakan agama yang didirikan oleh Sidharta Gautama yang diberi gelar Budha (560-480 SM). Budha artinya orang yang berilmu. Dia juga diberi gelar Sakyamuni, artinya orang yang bertapa. Penganut Budha meyakini bahwa Budha adalah putra Allah; dialah yang menyelamatkan umat manusia dari berbagai tragedi dan penderitaan serta dia memikul seluruh dosa mereka. Budhisme merupakan filsafat bumi yang menganut corak religi, muncul di India setelah agama Brahma Hinduisme di abad ke-5 Sebelum Masehi. Pada mulanya agama Budha adalah oposan Hindu dan berorientasi untuk memperhatikan manusia, di samping berisikan seruan kepada tasawuf, hidup sederhana dan menjauhi kemewahan, serta ajakan kepada cinta, toleransi, dan berbuat baik. Pasca kematian pendirinya, agama Budha berubah menjadi keyakinan-keyakinan batil yang bercorak paganisme. Para pengikutnya bersikap ekstrem terhadap pendirinya hingga menuhankannya. Agama Budha kuno berbeda dengan agama Budha yang baru; agama Budha kuno memiliki corak moral, sementara agama Budha yang baru merupakan ajaran-ajaran Budha yang telah bercampur dengan filsafat dan analogi logis tentang alam dan kehidupan. Pengikut Budha terbagi menjadi dua: 1. Pengikut Budha religius; mereka ini menjalankan semua ajaran Budha dan pesan-pesannya. 2. Pengikut Budha sipil; mereka hanya menjalankan sebagian ajaran dan pesan saja. Budhisme masih melestarikan sebagian corak pertamanya di wilayah Asia Selatan, khususnya di Sailan (Sri Langka) dan Burma. Adapun di utara, khususnya di China dan Jepang, agama Budha semakin kompleks dan terbagi menjadi dua aliran: 1. Aliran Mahayana (aliran utara). Aliran ini mengajak untuk menuhankan Budha, menyembahnya, dan mengikuti jejaknya. 2. Aliran Hinayana (aliran selatan). Aliran ini memegang teguh ajaran Budha, dan para pengikutnya menganggapnya sebagai seorang guru moral yang agung, yang telah mencapai tingkatan kejernihan spiritual paling tinggi.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia

Jabariah - جبرية

Jabariah adalah sebuah sekte yang berlebih-lebihan dalam menetapkan takdir, hingga meniadakan kemampuan dan pilihan dari hamba. Di antara keyakinan mereka adalah: 1. Berpendapat bahwa manusia itu dikendalikan, bukan diberi pilihan. 2. Berdalil dengan takdir terkait perbuatan maksiat dan dosa; karena semua yang ada di semesta adalah diinginkan dan dikehendaki Allah. Sekte Jabariah terbagi dua: 1. Jabariah murni (ekstrem); yaitu sekte yang sama sekali tidak menetapkan adanya perbuatan dan kemampuan untuk berbuat bagi hamba, seperti sekte Jahmiyyah dan yang semacam mereka. 2. Jabariah moderat; yaitu orang-orang yang menetapkan adanya kemampuan bagi manusia, hanya saja kemampuan itu tidak berpengaruh, dan menyandarkan perbuatan pada hamba dalam konteks usaha dan pelaku secara langsung, seperti sekte Asy'ariyyah. Mereka menetapkan kemampuan dan kehendak bagi manusia, tetapi perbuatan tidak terjadi disebabkan oleh kedua hal tersebut. Jabariah adalah paham batil yang sangat jelas kebatilannya; karena sesungguhnya hamba itu diberi pilihan terkait perbuatan-perbuatannya yang diciptakan Allah -Ta’ālā-. Hamba itu pelaku secara hakiki; sebab Allah telah menciptakan keinginan dan kekuatan dalam diri mereka. Dengan demikian, perbuatan hamba juga merupakan ciptaan Allah.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ja'fariyyah - جعفرية

Al-Ja'fariyyah adalah salah satu sekte Syi'ah Rāfiḍah. Ia dinamakan juga Al-Iṡnā Asyariyyah dan Al-Imāmiyyah. Mereka berafiliasi kepada Ja'far Aṣ-Ṣādiq, imam keenam mereka, sebagaimana klaim mereka. Di antara keyakinan mereka adalah: 1. Meyakini bahwa Al-Qur`ān telah diubah (didistorsi). 2. Mengafirkan para sahabat -raḍiyallāhu `anhum-, mencela, dan membenci mereka, kecuali sebagian kecil saja. 3. Meyakini kemaksuman keduabelas imam mereka dari kesalahan dan kelalaian, apalagi dari kemaksiatan dan keburukan, dan juga meyakini bahwa mereka dapat mengetahui perkara yang gaib. 4. Mengultuskan kuburan dan makam-makam, serta meminta doa kepada orang yang telah mati. 5. Meyakini Taqiyyah (menyembunyikan identitas diri). Dan berbagai akidah serta pemikiran sesat lainnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Jainisme - جينية

Al-Jainiyyah (Jainisme) termasuk agama terbesar di India yang merupakan pecahan dari agama Hindu. Ia dinamakan juga Al-Jānistiyyah dan gerakan ateisme. Agama ini berdiri sebagai revolusi terhadap agama Hindu. Agama ini dibangun di atas rasa takut terhadap berulangnya kelahiran melalui reinkarnasi. Jainisme muncul pada abad ke-6 SM di India yang dipelopori oleh pendirinya, Mahawira (artinya: pahlawan besar), dan ia digelari Jina ke-24, lahir tahun 599 SM. Keluarganya berasal dari kasta ِAlkashter (ksatria) yang khusus menangani urusan-urusan penjagaan dan membantu tokoh-tokoh politik. Dia telah memulai fase zuhud, menyepi dan bertapa sejak masih kecil. Dia berkelana di berbagai negeri dengan telanjang selama setahun, selanjutnya ia mulai menyerukan keyakinan ini. Di antara keyakinan dan pemikiran Jainisme (agama Jaina) adalah: 1. Mengingkari adanya Pencipta, menuhankan Mahawira, dan menjadikannya sesembahan mereka. Mereka menyertakan duapuluh tiga Jina bersama Mahawira disertai pengakuan terhadap dewa-dewa Hindu selain tiga dewa, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. 2. Meyakini reinkarnasi dan mempercayai karma, yaitu wujud materiil yang bercampur dengan ruh dan menyertainya. Seseorang akan senantiasa dilahirkan dan mati selama karma masih bergantung dengan nyawanya dan jiwanya tidak akan suci sampai terlepas dari karma. 3. Keselamatan; yakni memperoleh kesenangan abadi yang terlepas dari kesedihan dan kepedihan. Jalan menuju keselamatan ini adalah dengan memegang teguh kebaikan dan menjauhi keburukan-keburukan. Faktor-faktor yang dapat menyelamatkan, dalam pandangan mereka, ada beberapa macam: yakni keyakinan yang benar, ilmu yang benar, menjauhi wanita, dan lain sebagainya. 4. Menaklukkan perasaan dan menghilangkannya, telanjang, menyerukan kebebasan dari segala belenggu kehidupan, dan bunuh diri perlahan-lahan dengan cara melaparkan diri sendiri. 5. Ceramah-ceramah, pesan-pesan, dan jawaban-jawaban Mahawira adalah referensi suci bagi pengikut Jainisme. Semuanya itu sudah dihimpun dalam empat puluh enam kitab dan ditulis menggunakan bahasa Sanskerta. Di antara kitab yang paling penting adalah Kitab Dua Belas Angas. Jainisme pecah menjadi dua sekte besar: 1. Digambara; yaitu para pengikut aliran pakaian langit. Mereka adalah orang-orang yang menjadikan langit sebagai pakaian mereka. Mereka cenderung memilih hidup sengsara. 2. Svetambara; yaitu para pengikut aliran pakaian putih. Mereka adalah tingkatan umum yang bersikap moderat, yang menerapkan prinsip-prinsip Jainisme secara umum terhadap diri mereka.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Jahmiyyah - جَهْمِيَّةٌ

Jahmiyyah adalah salah satu sekte sesat dalam akidah yang menisbahkan diri kepada Islam. Sekte ini muncul di Irak pada abad ke-2 H yang dipelopori oleh pendirinya, Jahm bin Ṣafwān At-Tirmiżiy. Pemikiran-pemikirannya dibangun di atas berbagai bidah ilmu kalam, pemikiran-pemikiran sesat, dan pendapat-pendapat yang bertentangan dengan akidah sahabat Nabi. Titik tolak penyebaran akidah ini dari Irak, kemudian menyebar ke Khurāsān, selanjutnya menyebar di tengah-tengah kaum muslimin hingga mendapatkan orang-orang yang membelanya dan menulis buku tentangnya. Para ulama telah mengelompokkan sekte Jahmiyyah ke dalam tiga tingkatan: 1. Jahmiyyah ekstrem; mereka adalah orang-orang yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Kelompok inilah yang dimaksud ketika kata Jahmiyyah diungkapkan secara umum. 2. Jahmiyyah Muktazilah; yaitu yang mengingkari sifat-sifat Allah seluruhnya. 3. Mereka yang menetapkan sebagian sifat dan mengingkari sebagian yang lain, seperti Asyā'irah dan Māturīdiyyah. Di antara akidah sekte Jahmiyyah ekstrem adalah: 1. Mengingkari semua nama Allah dan sifat-sifat-Nya. 2. Tidak menganggap perbuatan anggota badan dan ucapan lisan bagian dari iman, bahwa iman hanya pengetahuan saja. 3. Mengingkari banyak perkara akhirat, seperti Ṣirāṭ (jembatan), mizan, melihat Allah, dan sebagainya. 4. Berpendapat bahwa Al-Qur`ān adalah makhluk. 5. Meyakini kepunahan surga dan neraka, keduanya dianggap tidak kekal. 6. Bahwa makhluk tidak memiliki kehendak atau pilihan dalam perbuatan-perbuatannya, tetapi dia dipaksa dalam segala perbuatannya.

Diterjemahkan ke: Inggris Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ḥarūriyyah - حَرُورِيَّةُ

Al-Ḥarūriyyah merupakan kelompok Khawarij yang menentang Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- dan memberontak kepadanya. Mereka mengafirkannya karena menyetujui arbitrase dengan Mu'āwiyah bin Abi Sufyān -raḍiyallāhu 'anhu-. Mereka dinamakan demikian karena sekembalinya dari Ṣiffīn mereka berkumpul di sebuah tempat dekat Kufah bernama Ḥarūrā`. Di sanalah awal arbitrase dan tempat berkumpul mereka saat menentangnya. Mereka juga disebut Ahlun-Nahrawān, karena Ali -raḍiyallāhu 'anhu- memerangi mereka di sana. Sebagaimana mereka juga dinamakan Al-Muḥakkimah karena mengangkat dan mengusung slogan "tidak ada hukum kecuali milik Allah." Mereka juga dinamakan An-Nawāṣib, karena mereka memproklamirkan permusuhan dan kebencian kepada Ali dan orang-orang yang loyal kepadanya serta mereka berlepas diri dari banyak sahabat yang pertama-tama masuk Islam dari kalangan pengikut perang Badar dan lainnya. Mereka juga dinamakan Al-Wa'īdiyyah, karena mereka berpendapat orang yang melakukan dosa besar kekal dalam neraka serta menghalalkan darah dan harta mereka. Selanjutnya nama tersebut menjadi umum untuk setiap orang yang mengikuti mazhab mereka yang rusak dan jalan mereka yang merugi.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Khawarij - خوارج

Khawarij adalah salah satu sekte sesat yang muncul pada masa pemerintahan Amīrul-Mu`minīn Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- tahun 37 H pasca perang Ṣiffīn dan setelah Ali -raḍiyallāhu 'anhu- menerima penyerahan keputusan pada dua penengah. Pasalnya mereka tidak menyukai sikap Ali tersebut dan lantas dendam kepadanya, mengafirkannya, dan berkata, "Tidak ada hukum kecuali milik Allah." Khawārij terbagi menjadi banyak sekte. Hanya saja prinsip keyakinan sesat yang mereka sepakati adalah: 1. Mengafirkan Ali bin Abi Ṭālib, Usman bin 'Affān, dan kedua penengah -raḍiyallāhu 'anhum-. 2. Kewajiban memberontak terhadap para pemimpin kaum muslimin; karena melakukan kefasikan atau kezaliman. 3. Mengafirkan pelaku dosa besar dalam hukum dunia dan memvonisnya kekal di neraka pada hari Kiamat.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Ḥanīfiyyah - حنيفية

Al-Ḥanīfiyyah adalah agama Ibrahim -'alaihis-salām-, yang Allah menciptakan fitrah hamba-hamba-Nya di atasnya, memerintahkan mereka semua untuk memegangnya, dan meridainya untuk mereka. Sebagaimana firman Allah -Ta'ālā-: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya." (QS. Yūnus: 30). Ini merupakan akidah Muhammad yang Allah tidak akan menerima selainnya dari siapa pun. Inilah hakikat agama Islam yang dengannya Allah mengutus semua rasul. Dia mencakup iman kepada Allah Yang Esa, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk, dan menjauhi penyembahan berhala-berhala dan patung-patung. Al-Ḥanīf maknanya yang lurus; yang berpegang teguh kepada Islam, yang menghadap Allah, dan yang berpaling dari segala sesuatu selain-Nya. Orang-orang yang keluar dari Al-Ḥanīfiyyah adalah orang-orang kafir seperti Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan yang lainnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Ḥasywiyyah - حشوية

Kata "Al-Ḥasywiyyah" tidak memiliki makna yang dikenal dalam syariat, bahasa, maupun dalam kebiasaan masyarakat umum. Ia hanyalah istilah yang digunakan oleh kelompok-kelompok sesat untuk mencela Ahli Sunnah wal Jamaah. Maksud mereka dengan kata ini bahwa Ahli Sunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling hina dan rendah, bahwa apa yang mereka katakan dalam perkara agama tidak dianggap; karena mereka itu sesat, sebagaimana anggapan mereka. Oleh karena itu, mereka menakut-nakuti manusia agar menjauh dari mereka. Sekte Muktazilah menjuluki orang yang meyakini adanya takdir sebagai ḥasywiy. Sekte Jahmiyyah menjuluki orang-orang yang menetapkan sifat-sifat Allah sebagai kaum ḥasywiy. Dan begitu seterusnya. Ada yang mengatakan bahwa kaum Mu'aṭṭilah (kelompok yang menafikan sifat) memaksudkan ucapan "ḥasywiyyah" bagi orang yang menetapkan sifat, mereka dianggap sebagai kulit di alam nyata yang tak berguna di tengah manusia. Orang-orang bodoh dari kalangan mereka mengira bahwa makna al-ḥasyw adalah ucapan Ahli Sunnah bahwa Allah -Subhānahu wa Ta'ālā- ada di langit dan di atas makhluk-Nya, berarti mereka telah menyelimuti Rabb manusia dengan alam semesta.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Rāfiḍah - رافضة

Rāfiḍah adalah salah satu sekte Syi'ah. Di antara namanya juga: Imāmiyyah, Iṡnā 'Asyariyyah, dan Ja'fariyyah. Mereka dinamakan Rāfiḍah (artinya kelompok yang menolak), yaitu ketika Zaid bin Ali ditanya mengenai Abu Bakar dan Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- lalu dia memohonkan rahmat untuk keduanya. Lantas sekelompok orang menolaknya. Ia berkata kepada mereka, "Kalian telah menolakku." Maka mereka dinamakan "Rāfiḍah" karena menolak Zaid bin Ali. Orang pertama yang menyerukan akidah Rāfiḍah adalah seorang lelaki Yahudi dari Yaman, yang bernama Abdullah bin Saba`. Sekte Rāfiḍah pertama kali muncul di Irak lalu menyebar, dan negara yang paling banyak penyebarannya adalah Iran. Sekte Rāfiḍah telah melewati berbagai fase. Fase pertama, seruan Abdullah bin Saba` pada sikap guluw (dalam memuja) Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-. Selanjutnya, kemunculan akidah mereka adalah pasca pembunuhan Usman -raḍiyallāhu 'anhu-. Lalu pada akhirnya mereka terpecah menjadi banyak kelompok. Akidah mereka mengandung keyakinan zindik, ateisme, dan paganisme (penyembahan berhala). Di antara keyakinan mereka yang paling menonjol adalah: 1. Meyakini bahwa Al-Qur`ān telah dirubah. 2. Mengafirkan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum-, melaknat, dan membenci mereka, kecuali sedikit orang dari mereka. 3. Meyakini kemaksuman para imam mereka dari kesalahan dan kelalaian, lebih-lebih dari kemaksiatan dan keburukan, dan bahwa mereka itu mengetahui perkara yang gaib. 4. Mengultuskan kuburan dan makam, serta meminta doa kepada orang mati. 5. Meyakini Taqiyyah, yang artinya menurut Rāfiḍah adalah boleh berdusta dan bersikap munafik kepada Ahli Sunnah.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Sekte Sāmirah - سامرة

As-Sāmirah adalah salah satu sekte agama Yahudi yang hanya mengakui lima kitab, di samping kitab Yasyū' (Yosua) dan kitab Al-Quḍāt (Raja-raja). Naskah Taurat mereka berbeda dengan naskah Taurat Yahudi. Mereka adalah sisa-sisa orang yang menetap di Sikhem (kota di Israel). Mereka mengatakan bahwa kota Al-Quds adalah Nablus dan tidak mengakui kesucian Baitulmaqdis serta tidak mengagungkannya. Kiblat mereka adalah sebuah gunung yang bernama Gerizim, terletak di antara Baitulmaqdis dan Nablus. Mereka mengingkari semua kenabian pada Bani Israil setelah Musa dan Yūsya'. Asal-usul mereka bermuara kepada pecahnya kerajaan Sulaiman -'alaihi as-salām- menjadi dua; yakni kerajaan utara yang beribu kota di Sāmirah, dan kerajaan selatan yang beribukota di Yerusalem. Mereka menamakan dirinya sebagai "Syūmarīm" yang artinya para penjaga syariat. Berbagai referensi Yahudi konvensional menganggap mereka sebagai ras campuran (blasteran) yang tidak berafiliasi kepada darah Yahudi yang murni.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Zaidiyyah - زيدية

Zaidiyyah merupakan salah satu sekte Syi'ah, mereka menisbahkan diri kepada Zaid bin Ali Zainal Abidin yang memandang keabsahan imamah Abu Bakar, Umar, dan Usman -raḍiyallāhu 'anhum-. Tidak ada seorang pun dari pengikut sekte ini yang mengafirkan salah satu sahabat. Di antara akidah mereka: 1. Bolehnya imamah orang yang kurang afdal meskipun ada yang lebih afdal, para imam tidak maksum dari dosa dan tidak pula diwasiatkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, serta mereka tidak menyetujui akidah raj'ah dan keberadaan imam gaib. 2. Meyakini orang mukmin yang melakukan dosa besar kekal di neraka. 3. Berpendapat boleh memberontak kepada pemimpin zalim. 4. Berpendapat tidak boleh salat di belakang orang fasik. 5. Condong kepada pendapat Muktazilah dalam masalah yang terkait dengan Zat Allah -Ta'ālā- dan kepada pendapat Kadariah (Qadariyyah) dalam persoalan amal perbuatan. 6. Menyelisihi Syi'ah dalam hal nikah mutah dan mengingkarinya. 7. Sepakat dengan Syiah dalam hal zakat seperlima (khumus) dan membolehkan Taqiyyah bila keadaan mengharuskannya. Zaidiyyah terpecah menjadi tiga kelompok: 1) Al-Jārūdiyyah; mereka adalah pengikut Abul-Jārūd Ziyād bin Al-Munżir Al-'Abdiy (wafat tahun 150 H). Mereka mengafirkan para sahabat dengan dalih tidak melakukan baiat kepada Ali -raḍiyallāhu 'anhu-, dan memandang bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah menetapkan kekhalifahan Ali dengan deskripsi tanpa penyebutan nama. 2) As-Sulaimāniyyah; mereka adalah pengikut Sulaimān bin Jarīr Az-Zaidiy. Mereka juga dinamakan Al-Jarīriyyah. Kelompok ini meyakini bahwa imamah itu ditetapkan dengan musyawarah minimal dengan baiat dua orang muslim terbaik, dan bahwa imamah sah dipegang oleh orang yang kurang afdal meskipun ada orang yang lebih afdal dalam segala hal. Mereka menetapkan imamah Abu Bakar dan Umar, tetapi mengafirkan Usman -raḍiyallāhu 'anhu- disebabkan berbagai peristiwa yang didendamkan kepadanya. Mereka juga mengafirkan Aisyah, Zubair, dan Ṭalḥah -raḍiyallāhu 'anhum- karena memerangi Ali -raḍiyallāhu 'anhu-. Dan mereka mencela Rāfiḍah karena memiliki akidah Badā` dan Taqiyyah. 3) Al-Batriyyah; mereka adalah para pengikut Kaṡīr An-Nawā` yang bergelar Al-Abtar (wafat kira-kira tahun 169 H). Mazhab mereka dalam imamah sama seperti mazhab As-Sulaimāniyyah, tetapi mereka ber-tawaqquf (menahan diri) dari mengafirkan Usman -raḍiyallāhu ‘anhu- karena adanya pertentangan antara nas-nas tentang keutamaannya dan berbagai peristiwa yang disematkan kepadanya. Mereka juga ber-tawaqquf dari mengafirkan para pembunuhnya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Agama Sikh - سيخ

As-Sīkh adalah istilah yang ditujukan kepada orang-orang yang meyakini ideologi yang aslinya merujuk kepada agama Hindu dan Brahma. As-Sīkh artinya murid atau pengikut. Penggunaan kata tersebut disebabkan sekte Sīkh adalah para pengikut sepuluh orang guru. Mereka merupakan kelompok spiritual dari orang-orang India yang muncul di akhir abad 15 dan awal abad 16 Masehi. Aliran Sikh ini didirikan oleh Nanak yang dipanggil Guru, yaitu pengajar. Ia lahir tahun 1469 M di desa Rai Bhoi Di Talwandi, berjarak 40 mil dari Lahore. Mereka menyeru kepada agama baru dan mengklaim bahwa ajarannya berasal dari dua agama: Islam dan Hindu, dengan slogan "Bukan Hindu dan Bukan Muslim." Mereka mengajak kepada keyakinan terhadap Pencipta Yang Esa, mengharamkan ibadah kepada berhala-berhala, dan menyerukan persamaan di antara manusia. Di samping itu, mereka membolehkan arak dan makan daging babi. Namun mereka mengharamkan sapi karena mengikuti para pemeluk agama Hindu. Mereka memiliki negeri suci yang di dalamnya mereka melaksanakan pertemuan-pertemuan penting, yakni negeri Amritsar yang masuk dalam wilayah Punjab. Pada era sekarang negeri Amritsar ini masuk dalam wilayah teritorial India.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Zionisme - صهيونية

Aṣ-Ṣuhyūniyyah (Zionisme) adalah gerakan dan organisasi politik Yahudi yang rasis. Gerakan ini memiliki titik temu dengan Yahudi dalam akidah, mengambil konsep dan ideologinya dari kitab-kitab suci yang telah diselewengkan oleh orang-orang Yahudi dan bertujuan untuk mengumpulkan orang-orang Yahudi di Palestina serta merealisasikan visi misi yang telah mereka canangkan untuk mengembalikan kejayaan Bani Israil dan membangun Haikal Sulaiman, kemudian mendirikan Kerajaan Israil Raya, dan selanjutnya menguasai dunia. Zionisme telah memformulasikan konsep-konsepnya dalam "Protokol Para Pemimpin Zion", yaitu keputusan-keputusan yang telah diambil oleh para konseptor Yahudi dalam kongres Basel yang diselenggarakan pada tahun 1897 M di Swiss. Di antara konsep dan ideologi tersebut adalah: 1. Zionisme menganggap semua Yahudi dunia sebagai anggota dalam satu kewarganegaraan, yaitu kewarganegaraan Israel. 2. Mereka bertujuan mendirikan pemerintahan mereka dan mewujudkan dominasi Yahudi di seluruh dunia. 3. Tuhan khusus orang Yahudi bernama Yahweh. 4. Mengingkari kebangkitan, pahala, surga, dan neraka. 5. Mereka mengatakan, "Kita wajib menggunakan suap, tipuan, dan pengkhianatan selama dapat mewujudkan tujuan-tujuan kita." 6. Mereka berkeyakinan bahwa orang-orang Yahudi adalah unsur istimewa yang wajib berkuasa, sementara bangsa lainnya adalah pembantu mereka.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Sekularisme - عِلْمانِيَّةُ

Al-'Ilmāniyyah (sekularisme) adalah pemikiran yang penganutnya bertujuan untuk memalingkan perhatian manusia dari urusan akhirat kepada urusan dunia semata di seluruh aspek kehidupan: politik, ekonomi, sosial, dan pemikiran. Sekularisme muncul di Eropa pada abad ke-17 M. Faktor paling besar bagi kemunculan sekularisme adalah kesewenang-wenangan gereja, baik secara agama, yaitu menyelewengkan agama yang benar, mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah; juga kesewenang-wenangan gereja secara finansial, yaitu mengharamkan kepemilikan kekayaan dan harta, dan mewajibkan pajak kepada orang-orang sebagaimana dijelaskan dalam Injil yang sudah didistorsi. Sekularisme berdiri di atas tiga pilar: 1. Membatasi perhatian manusia terhadap dunia saja dan memarginalkan posisi agama dalam kehidupan supaya menjadi urusan privasi. Adapun keyakinan terhadap akhirat, karena termasuk urusan metafisika, maka harus dihilangkan secara total dari memberi pengaruh pada kehidupan materil dan berbagai aturan-aturannya yang konkret. 2. Memisahkan ilmu, akhlak, dan pemikiran dari kepatuhan terhadap ajaran-ajaran agama. 3. Menegakkan negara yang memiliki organisasi-organisasi politik dengan dasar selain agama. Di antara keyakinan dan pemikiran sekularisme adalah: 1. Memisahkan agama dari politik dan kehidupan. 2. Menyebarkan sikap permisif dan perilaku amoral, menghancurkan fondasi keluarga, dan menyerukan kebebasan wanita yang tujuannya adalah melepaskan wanita dari hukum-hukum agama dan mengampanyekan hal itu dengan berbagai upaya licik. 3. Mengklaim bahwa Islam tidak selaras dengan peradaban dan menyeru kepada keterbelakangan. 4. Sebagian orang sekuler mengingkari keberadaan Allah sama sekali. Sekularisme adalah slogan menyesatkan dan menipu yang mengisyaratkan kemenangan ilmu pengetahuan atas gereja yang memerangi kemajuan atas nama agama. Ia sengaja diciptakan oleh Barat untuk memalingkan manusia dari memperhatikan akhirat yang tidak bersangkut paut dengan ilmu pengetahuan. Sekularisme sepakat dengan agama Nasrani dalam memisahkan agama dari negara, yaitu raja sebagai penguasa negara dan Allah sebagai penguasa gereja. Adapun dalam Islam, tidak ada pertikaian ataupun pertentangan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Bahkan Islam mengajak kepada ilmu bermanfaat dan menganjurkannya. Sebagaimana juga Islam sangat relevan dipraktikkan di semua zaman, masyarakat, dan tempat. Definisi tentang sekularisme tidak pernah disepakati, baik dari sisi teori maupun realitas pengamalan. Sehingga didefinisikan sebagai idealisme yang berseberangan dengan negara agama menurut pemahaman gereja yang tersebar pada abad pertengahan. Sebagian yang lain menggunakan istilah sekularisme dalam artian memisahkan agama atau gereja dari negara. Sebagian berpendapat, yaitu menolak kekuatan pensyariatan atau pengamalan dalam agama ikut masuk dalam kehidupan privasi. Sebagian mereka bersikap guluw (ekstrem) dalam menggunakannya pada yang bertentangan dengan agama dan praktik keagamaan, dan ini dinamakan sekularisme ekstrem. Terjadi perbedaan dalam penggunaan istilah ini antara negara-negara Barat, sehingga sekularisme di Prancis berbeda dari sekularisme di Inggris, begitu juga di Amerika.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Qarāmiṭah - قَرَامِطَة

Ḥamdān Al-Asy'aṡ, pendiri gerakan ini dijuluki dengan Qarmaṭ karena ia memiliki tubuh dan kaki yang pendek. Dia berasal dari Khūzastān di Al-Ahwāz (sekarang di Iran), kemudian pindah ke Kufah. Gerakan ini berdiri di atas organisasi militer rahasia. Penampakan lahir gerakan ini membela Ahli Bait dan menisbahkan diri kepada Muhammad bin Ismā'īl bin Ja'far Aṣ-Ṣādiq, tetapi hakikatnya adalah menolak agama, aliran kebebasan, merusak akhlak, dan menghancurkan negara Islam. Para pengikut Qarāmiṭah juga berupaya memalingkan nas-nas agama dan mengubahnya dengan takwil dan makna-makna yang batil, baik dengan menyelewengkan lafal, atau makna, dan atau keduanya sekaligus. Penakwilan seperti ini disebut Qarmaṭah sebagai penisbahan kepada sekte Qarāmiṭah Baṭiniyah, para pengikut Ḥamdān bin Qarmaṭ yang menakwilkan nas-nas yang memiliki makna jelas dengan takwil dan makna-makna yang rusak. Misalnya, mereka menyelewengkan makna salat dan menakwilkannya menjadi mengetahui rahasia mereka, menakwilkan puasa sebagai menyimpan rahasia mereka, menakwilkan haji sebagai kunjungan kepada syekh mereka, dan menakwilkan berbagai jenis ibadah lainnya. Dengan demikian, para pelaku bidah dalam pembahasan nama-nama dan sifat Allah dari kalangan ahli kalam dan lainnya telah menyerupai sekte Qarāmiṭah, ketika mereka menakwilkan nas-nas tentang sifat Allah serta mengeluarkannya dari makna dan maksud yang sesungguhnya, selanjutnya mereka memberikannya makna-makna yang rusak dari diri mereka sendiri.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Māturīdiyyah - ماتريدية

Al-Māturīdiyyah adalah salah satu sekte menyimpang dalam akidah karena menempuh metode ahli kalam dalam menetapkan akidah dan menyanggah para penentangnya. Aliran ini muncul di abad ke-4 H dan berafiliasi kepada Muhammad bin Muhammad Al-Māturīdiy As-Samarqandiy yang wafat tahun 333 H. Sekte Māturīdiyyah sudah melalui empat fase: 1. Fase pendirian, yaitu ditandai dengan banyaknya perdebatan dengan sekte Muktazilah. 2. Fase pembentukan, yaitu fase murid-murid Abu Manṣūr Al-Māturīdiy. 3. Fase penulisan dan pengukuhan. Fase ini memiliki keistimewaan dengan banyaknya karya tulis dan pembukuan argumentasi-argumentasi akidah Māturīdiyyah. 4. Fase ekspansi dan penyebaran. Aliran ini tersebar di negara Turki, Afganistan, India, dan sebagainya. Di antara keyakinan terpenting sekte Māturīdiyyah adalah: 1. Mendahulukan akal di atas Al-Qur`ān dan Sunnah. 2. Menetapkan hanya delapan sifat bagi Allah -Ta'ālā-, yaitu kehidupan, kekuasaan, ilmu, kehendak, pendengaran, penglihatan, ucapan, dan penciptaan. 3. Berpendapat bahwa iman adalah pembenaran dengan hati saja dan menolak prinsip bertambah dan berkurangnya iman. 4. Pembatasan tauhid hanya pada tauhid rubūbiyyah. Karena itu, mereka menafsirkan "al-Ilāh" adalah Zat Yang Mampu menciptakan. 5. Tidak menjadikan hadis Āhād sebagai hujah dalam masalah akidah.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Urdu Indonesia Rusia

Freemasonry - ماسونية

Freemasonry adalah organisasi internasional yang bersifat rahasia. Didirikan oleh seorang laki-laki bernama Herodos Akriba (meninggal tahun 44 M). Dia menjadi raja Romawi atas bantuan para konsultan Yahudi. Organisasi ini dinamakan kekuatan tersembunyi (laten). Beberapa abad kemudian organisasi ini berubah nama menjadi "Al-Māsūniyyah (freemasonry)" untuk menarik perhatian (simpati) dari kumpulan pekerja merdeka yang bekerja di bawah asosiasi ini, lalu nama ini melekat pada mereka. Organisasi ini bersembunyi di bawah slogan-slogan tipuan, yaitu kebebasan (freedom), persaudaraan, dan kesetaraan. Freemasonry berusaha untuk mengangkat kedudukan orang Yahudi dan superioritas mereka di dunia. Karena itulah banyak tokoh-tokoh Yahudi adalah tokoh-tokoh freemasonry dan mereka memiliki lambang-lambang dan simbol-simbol yang digunakan untuk berinteraksi. Di antara ideologi dan pemikiran freemasonry yang menonjol adalah: 1. Seruan kepada ateisme dan mengingkari semua agama selain agama Yahudi. 2. Meruntuhkan berbagai norma dan akhlak mulia dan menyebarkan berbagai kehinaan dan keburukan, seperti zina, minuman keras dan sebagainya. 3. Kebebasan seks dan menggunakan perempuan sebagai media untuk menguasai dunia. 4. Berusaha menjatuhkan pemerintahan-pemerintahan legal dan menghapus sistem-sistem pemerintahan nasionalisme di berbagai negara dan menguasainya. 5. Berusaha menebarkan huru-hara (chaos), fitnah, dan membagi non-Yahudi ke dalam berbagai umat dan negara-negara kecil yang terus-menerus bertikai. 6. Menyebarkan berbagai berita, kebatilan, dan isu-isu bohong. 7. Menyeru untuk memisahkan para bapak dari pendidikan anak-anak, memerintahkan untuk melakukan pemandulan dengan suka rela, dan pembatasan keturunan bagi orang-orang muslim.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Nuṣairiyyah - نصيرية

An-Nuṣairiyyah adalah sekte Bāṭiniyyah paling sesat dan terbesar penyelewengan dan penyimpangannya. Ia dinisbahkan kepada Abu Syu'aib Muhammad bin Nuṣair An-Numairiy yang meninggal tahun 270 H. Sekte ini akarnya bersambung hingga ke Maimūn Al-Qaddāḥ Ad-Daiṣāniy yang merupakan seorang Yahudi dari Persia. Dahulu ia menganut paham sukuisme yang bertujuan menghancurkan Islam dan mengembalikan kekuasaan ke Persia. Ia mengaku sebagai seorang 'Alawiyyah dari kelompok Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu-. Karenanya, di kemudian hari mereka menamakan diri dengan nama ini untuk mengelabuhi dan menutup-nutupi sejarah kelam mereka. Di antara keyakinan sekte ini adalah: mengklaim ketuhanan Ali -raḍiyallāhu 'anhu-, meyakini reinkarnasi ruh, bolehnya menikah dengan wanita mahram, menghalalkan yang haram, mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, menakwilkan amal ibadah dengan takwil yang sangat jauh dari pemahaman yang benar baik secara logika, bahasa maupun syariat, dan keyakinan-keyakinan lainnya. Sekte ini masih memiliki penerus di negeri-negeri Syam yang tinggal di kota Homs, Latakia, Aleppo, dan bagian utara Aleppo.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Urdu Indonesia Rusia

Nawāṣib - نواصب

Nawāṣib adalah orang-orang yang memusuhi keluarga Nabi, menyakiti, menghina dan mencela mereka. Di antara keyakinan mereka yang rusak adalah keyakinan mereka untuk selalu membenci Ali -raḍiyallāhu 'anhu wa arḍāhu-, bahkan kelancangan mereka sampai pada derajat menuduh Ali sebagai orang fasik dan zalim, serta rakus terhadap dunia dan kekhalifahan (kekuasaan) hingga dia berupaya meraihnya dengan perang. Sebagaimana mereka juga lancang mengatakan bahwa Ali berada di pihak yang salah dalam peperangan-peperangannya dan bukan di pihak yang benar. Memusuhi dan membenci keluarga Nabi atau selain mereka dari para sahabat merupakan salah satu bidah besar yang mengantarkan pada sikap mencela agama Islam, yang sampai kepada kita melalui periwayatan para sahabat dari kalangan keluarga Nabi dan selain mereka. Akidah Ahli Sunnah wal Jamaah berada di tengah-tengah antara sekte Nawāṣib dan Rawāfiḍ. Mereka mencintai keluarga Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan loyal kepada mereka serta berlepas diri dari jalan orang-orang Rāfiḍah yang membenci para sahabat dan mencerca mereka, juga berlepas diri dari jalan orang-orang Nawāṣib yang menyakiti keluarga Nabi (Ahli Bait).

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Urdu Indonesia Rusia

Moderat - وسطية

Proporsional dalam semua perkara keyakinan, ibadah dan berbagai permasalahan keduanya, tanpa melampaui batas (ekstrim) dan tidak pula mengentengkan, juga tanpa berlebih-lebihan ataupun cuek .

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Sekte Sanusiyah - سَنُوسِيَّةُ

Gerakan dakwah Islam sufi, didirikan oleh Muhammad bin Ali as-Sanūsī al-Idrīsī, yang wafat tahun 1859 M.

Diterjemahkan ke: Inggris Spanyol Urdu Indonesia Rusia

Sekte Kullābiyyah - كُلّابِيَّةُ

Sekte ahli kalam yang berafiliasi pada Abdullah bin Sa'īd bin Kullāb, yang mengatakan bahwa Alquran merupakan cerita dari kalam Allah, iman adalah membenarkan dan ucapan lisan, serta bahwa iman tidak bertambah dan tidak berkurang.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Sekte Karrāmiyyah - كرامية

Salah satu sekte Murji'ah pengikut Muhammad bin Karrām yang meyakini bahwa iman itu ucapan dengan lisan saja, iman tidak bertambah dan tidak berkurang, dan bahwa para nabi bisa jadi bermaksiat pada Allah dengan semua bentuk dosa besar dan kecil secara sengaja.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia

Najadāt - نجدات

Kelompok khawarij pengikut Najdah bin 'Āmir Al-Ḥanafi. Hanya saja mereka meyakini bahwa orang fasik itu kafir nikmat dan bukan kafir syirik, di samping mereka membolehkan pemberontakan kepada imam yang zalim, dan sebagainya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Urdu Indonesia Rusia

Sekte Najjāriyah - نجارية

Salah satu kelompok Murji'ah ekstrem yang berafiliasi kepada al-Husain bin Muhammad an-Najjār yang mengklaim bahwa iman hanya sebatas pembenaran (dengan hati), bisa bertambah namun tidak dapat berkurang, serta menafikan sifat-sifat Allah, mengingkari rukyah (memandang wajah Allah di akhirat) dan lain sebagainya.

Diterjemahkan ke: Inggris Prancis Spanyol Urdu Indonesia Bosnia Rusia